Wednesday, September 28, 2005

Belanja, belanja…!

Ody, tadi pagi ibu ada kuliah Matematika, ternyata dosennya humoris, dan mengajar dengan baik. Alhamdulillah Ibu bisa memahami kuliah kali ini.

Karena kuliah hanya satu hari ini, selepas itu Ibu pergi berbelanja ke centrum, lumayan untuk menghilangkan kejenuhan, berjalan-jalan pagi ke centrum sambil melihat-lihat isi toko.

Pertama-tama Ibu mampir ke toko buku, ternyata buku-buku bahasa Inggris yang dijual tidak terlalu bagus, novel biasa yang harganya jauh lebih murah bila dibeli di Indonesia. Sebenarnya Ibu berniat mencari sebuah agenda 2006 yang bagus untuk mengatur jadwal harian Ibu. Agenda yang bagus dan sudah Ibu taksir, harganya sekitar 13 Eur. Tadinya Ibu pikir agak mahal, namun setelah Ibu timbang-timbang, untuk agenda sekaligus buku yang memuat karya-karya seni lukis maestro seperti itu sudah sangat layak, kertasnya pun berkualitas bagus. Lagipula ini akan dipakai selama satu tahun, jadi layak (meskipun mungkin nanti agak sayang untuk menulis di situ). Namun Ibu belum memutuskan untuk membeli sekarang, besok-besok saja. Toh, centrum relatif dekat dan toko itu persis berada di seberang kampus Ibu. Hari ini Ibu sudah punya daftar belanja yang lain.

Ibu ingin melihat pakaian bayi dan anak kecil di Toko Pre Natal, katanya tidak terlalu mahal (ternyata masih agak mahal dibandingkan dengan Zeeman). Barang yang ada di sana memang kualitasnya cukup bagus, cocok dan nyaman sekali dipakai bayi dan anak-anak. Ibu membeli hadiah untuk Ody berupa satu stel pakaian, kaos kaki dan sepatu. Digabung dengan setelan baju yang kemarin Ibu beli di Zeeman, plus buku hadiah untuk Ayah, nanti akan Ibu kirim ke Jakarta.

Setelah itu Ibu menuju toko kosmetik untuk membeli lip balm dan bedak. Lip balm sangat penting untuk mengobati bibir Ibu yang kering karena cuaca yang tidak lembab, sebenarnya Ibu membawa satu dari Jakarta namun sudah habis, begitu pula dengan bedak.

Seorang teman mengirim sms mengabarkan dia juga sedang ada di centrum, ya sudah kami janjian untuk bertemu. Kami berjalan-jalan melihat-lihat toko-toko yang belum pernah kami datangi. Termasuk membandingkan harga parfum di de Bijenkorf, sayang masih jauh lebih murah jika beli di Indonesia.

Kemudian kami berbelanja ke supermarket, rencananya Ibu mau membuat salad untuk makan malam. Dari supermarket kami pulang melalui jalan yang tidak biasa kami lewati, ternyata ada sebuah toko buku! Senangnya, Ibu bisa lihat-lihat, ada satu buku tebal berjudul “The Complete of Shakespeare” memuat karya-karya lengkap drama yang ditulis Shakespeare, isinya berupa rangkaian dialog dari seluruh drama karya Shakespeare. Harganya cuma 6,5 Eur. Ke dalam, ada lagi buku-buku bahasa Inggris, cukup lengkap dan terbagi dalam beberapa kategori seperti seni, pariwisata, novel, kamus, dll. Ibu menemukan buku tebal berjudul “The Selected Works of Bronte Sisters”, senangnya harganya hanya 8,99 dan memuat karya-karya terbaik Bronte Bersaudara.

Ibu ingat kembali pada Tante Wahyu/Santi (oya saat ini ia sedang hamil sekitar 2 bulanan loh), yang beberapa tahun lalu pernah menyuruh Ibu untuk menonton film berjudul “Wuthering Heights” karya Emily Bronte. Saat Ibu tonton filmnya Ibu merasa tidak terlalu nyambung dengan isinya, namun kata Tante Santi, bukunya sangat bagus dan lebih enak baca bukunya saja. ya sudah, sekarang Ibu beli supaya Ibu bisa mengerti bagaimana bagusnya karya Emily Bronte tersebut.

Selain itu Ibu menemukan buku karya Isabel Allende, yang sudah lama ingin Ibu beli di QB Jakarta namun tidak terlaksana karena mahal cukup harganya. Di sini harganya hanya 5,99 Eur. Senang lagi deh! Alhamdulillah rencana Ibu jalan-jalan di centrum memberikan banyak hasil, hehehe…. Ibu berjanji di dalam hati lain kali akan kembali ke toko buku tersebut.

Besok, insya Allah Ibu akan ke kantor pos untuk mengecek berapa tarif kirim barang ke Jakarta. Ibu ingin agar Ody segera menerima kiriman dari Ibu.

USB adaptor Ibu mau dipinjam oleh senior, Ibu harus segera menyudahi kabar ini. Dan lagi Ibu masih punya tugas bacaan yang menggunung (maksudnya bacaan dari Emily Bronte dan Isabel Allende :)).

Peluk cium dari Ibu yang jauh dan selalu merindukan Ody.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Posted by Odisseus\' Mom at 17:03:38 | Permalink | Comments (1) »

Ody cakar Ayah?

Ody, Ibu tersenyum saat membaca sms dari Ayah hari Senin sore kemarin. Ayah lapoor ke Ibu bahwa bibirnya berdarah karena dicakar dan ditarik Ody. Aduh Ody, kamu gemas dengan Ayah ya? Gemas atau sayang sama Ayah? Tapi jangan dicakar donk, kasihan Ayah nanti tidak bisa makan.

Kemudian Ibu kembali tersenyum saat membaca e-mail dari Tante Ratri tentang kejadian mencakar  Ayah itu. Tante Ratri bercerita bahwa Ody mencakar Ayah, kemudian Ayah bilang, “Aduh, Ody cakar bibir Ayah, berdarah nih jadinya, nanti Ody Ayah adukan ke Ibu”. Kemudian disambung Tante Ratri, “Ayo Ody, ngumpet ntar Ibu marah lo”. Ibu benar-benar jadi gemas karena kata Tante, setelah itu Ody segera menyurukkan kepala ke bantal untuk bersembunyi.

Satu hal lagi yang biasa Ody lakukan adalah mengacak-acak barang yang sudah dirapikan. Begitu kata Tante Ratri. Ibu kembali tersenyum dan mengingat saat Ibu mengemas barang-barang bawaan Ibu ke Belanda, Ody juga ikut bantu Ibu waktu itu kan? Ya, bantu mengeluarkan kembali isi tas yang sudah Ibu atur rapi. Tiga kali Ibu merapikan isi bawaan Ibu saat itu, tiga kali pula Ody mengeluarkannya kembali. Tidak apa-apa koq, Sayang, selama aktivitas yang Ody lakukan tidak berbahaya pasti Ibu izinkan dan berusaha untuk bersabar.

Alhamdulillah, Ibu senang dan bersyukur mengetahui Ody baik-baik saja dan tumbuh dengan baik. Ibu punya hadiah untuk ulang tahun Ody yang pertama insya Allah tanggal 1 Oktober nanti. Tapi hadiah dari Ibu baru dapat dikirim ke Indonesia mungkin akhir Oktober karena kirimnya nitip sama keluarga teman yang mau ke Indonesia. Katanya ongkos kirim barang dari sini ke Indonesia mahal, Ibu belum tahu pasti, namun Ibu akan memastikannya dengan datang ke kantor pos esok pagi.

Selamat tidur Sayang, mimpi yang indah. Allah akan selalu menjagamu, dan Ibu akan selalu mendoakanmu.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Posted by Odisseus\' Mom at 16:15:01 | Permalink | No Comments »

Ke Amsterdam lagi…

Assalamu’alaikum Ody anakku Ibu tercinta,


 

Alhamdulillah senangnya Ibu bisa menulis kembali untuk Ody setelah mengalami hari-hari penuh tugas membaca.

 

Oya, apakah Ody ingin Ibu ceritakan kembali secara lengkap kisah Ibu saat kami mengunjungi Kota Amsterdam? Ya baiklah, di Amsterdam kami mengunjungi Museum Madame Tussaud, yang terletak di depan
Dam Square Amsterdam. Di Dam Square ini terdapat bangunan bersejarah Amsterdam, yakni City Hall yang dibangun tahun 1600 sekian (Ibu lupa), dan gereja tempat biasanya anggota keluarga kerajaan Belanda menikah. Museum Madame Tussaud berada di lantai teratas dari Gedung Peek and Cloppenburg, tiket masuk ke sini agak mahal yakni 19 Eur. Sebelum melihat patung-patung lilin tersebut, kami melewati beberapa lorong gelap yang menceritakan kisah Belanda di masa lampau. Di sini, Ibu agak sebal karena Ibu ditakuti-takuti oleh orang yang berpura-pura menjadi patung dan bermake-up seram (dia bagian dari atraksi museum). Pokoknya Ibu memiliki pengalaman buruk di bagian ini, benar-benar menyebalkan. Baru kemudian kita masuk ke bagian terang benderang di mana patung-patung lilin karya Madame Tussaud dipamerkan. Beberapa yang Ibu ingat antara lain, Lenin, M. Gorbachev, Helmut Kohl, Kennedy, Bush, Princess Diana, Ratu Beatrix beserta anaknya Pangeran (siapa yah, ah Ibu lupa lagi) dan istrinya (patung istri pangeran ini menurut Ibu adalah patung tercantik di antara seluruh patung yang ada), van Gogh, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Paus II, dll, ada juga tokoh olahraga yakni Lance Amstrong dan si kembar de Boer, lainnya adalah tokoh musik dunia seperti Freddy Mercury, Elvis Presley, M. Jackson, Bono, J-Lo, bahkan sampai Spice Girls, serta tokoh film seperti Brad Pitt, Anthony Hopkins, Julia Roberts, dll.

 

Tak lama kami masuk ke bagian souvenir dan melihat-lihat souvenir yang harganya mahal-mahal. Ibu mengira setelah counter souvenir kami akan melalui lagi patung lilin lainnya yang belum kami lihat, namun ternyata hanya sampai di situ saja. Wah, Ibu agak kecewa karena dengan harga tiket semahal itu plus masih agak deg-degan karena sebelumnya ditakut-takuti, Ibu merasa seharusnya lebih banyak patung yang dapat Ibu lihat.

 

Selepas Madame Tussaud kami berjalan kembali, melewati centrum Amsterdam yang penuh sesak dan sangat ramai ditambah lagi sedang ada pembangunan rel kereta persis ditengah jalan sehingga rasanya jadi tidak terlalu nyaman, sambil berjalan kami melewati kampus utama Universiteit van Amsterdam. Tujuan kami berikutnya adalah Rijkmuseum. Namun sebelumnya kami berencana untuk membuat museumkaart dulu di Leidesplein Amsterdam, kami berjalan sambil membaca peta, singgah di toko kentang goreng yang buka sejak tahun 1847—tokonya kecil dan seadanya namun pengunjungnya sangat ramai mengantri, pasti karena rasanya enak—sayang kami tidak jadi membeli karena harganya cukup mahal sekitar 2,5 Eur, gagal makan kentang goreng kami membeli es krim Australia yang home made, hmmm… benar-benar nikmat, salah satu es krim terbaik dan terenak yang pernah Ibu cicipi. Akhirnya sampai juga kami di Leidesplein, namun Ibu tidak jadi membuat museumkaart (tiket terusan untuk masuk ke seluruh museum di Belanda gratis), lagi-lagi dengan alasan harganya mahal yakni 29,95 untuk dewasa, sementara jika usia di bawah 25 tahun (maka harganya hanya 17,85 Eur).

 

Setelah makan siang, kami segera beranjak menuju Rijkmuseum yang letaknya tidak jauh dari Museum van Gogh. Rijkmuseum berada di sebuah bangunan tua yang sangat besar, sebagian besar bagian gedung sedang direnovasi dan baru akan dibuka secara penuh untuk pengunjung pada bulan Januari 2008, menghabiskan biaya renovasi sekitar 300 juta US$.

 

Salah satu sayap kecil bangunan besar tersebut masih dijadikan bagian untuk menyajikan 200 karya terbaik Belanda di abad 16 dan 17. Hanya bagian inilah yang saat ini dapat dikunjungi wisatawan. Untuk melihat satu bagian kecil ini saja sudah menghabiskan waktu hampir dua jam. Untuk melihat seluruh bagian museum dan isinya yang lengkap (Januari 2008) Ibu perkirakan bisa menghabiskan waktu satu setengah hari.

 

Hampir seluruh satu karya terbesar yang dimiliki Belanda di masa kejayaan mereka abad 17 berada di museum ini, mulai dari lukisan (bagian terbesar), patung keramik, cawan-cawan perak, dll. Salah satunya yang menjadi pusat perhatian pengunjung dan dijaga ekstra ketat adalah lukisan “The Night Watch” (Naachtwatch dalam Bahasa Belanda) karya Rembrandt van Rijn. Ini lukisan yang pernah Ibu ceritakan sebelumnya pada Ody. Ukuran lukisan aslinya sangat besar, mungkin sekitar 6×5 meter.

 

Kami keluar menjelang jam 5 sore dan membatalkan rencana ke Museum van Gogh, museum ini kebetulan sangat dekat letaknya dengan Rijkmuseum, sehingga kami sempat masuk sampai pintu gerbangnya dan melihat bahwa museum buka hanya sampai jam 6 sore. Di museumplein dekat situ kami bertemu dengan beberapa senior dari Indonesia juga. Dan kami ramai-ramai berjalan kaki kembali menuju Centraal.

 

Sayang melewatkan hari yang masih terang dan cerah, kami berencana untuk singgah di kafe di tepi sungai, namun semuanya penuh. Akhirnya kami hanya berjalan-jalan saja mengelilingi centrum Asmterdam sebelum kemudian kembali menuju Centraal Station.

 

Benar-benar hari yang melelahkan untuk kaki Ibu karena praktis Ibu dan teman-teman berjalan kaki dari pagi sejak dari rumah sampai malam. Kami hanya berhenti saat duduk di kereta dan saat makan siang. Saat turun dari kereta di Den Haag HS pukul 8.20 malam, udara sudah sangat dingin dan Ibu tidak membawa baju hangat. Ibu gembira kembali ke kamar dan beristirahat.

 

 

Posted by Odisseus\' Mom at 15:56:09 | Permalink | Comments (1) »

Tuesday, September 27, 2005

When Egg and Sperm Meet

Egg and Sperm Meet

 

Egg welcomes desperate sperm.

I see both a child’s school diagram-

compass circle, mad tadpole

cheery-tailed, almost giggling-

and television picture, popular

science, camera fine as a butterfly

feeler; the sperm in nature’s

winning vest gets the big mama

egg, burying his head

as if in a single breast.

Spent. And I see cells,

dividing like bubbles,

one into two and so on,

until an eye, thigh; hand

holding. Gut-punching miracles.

But why is what escapes,

I hunt. Where is the spark-

Invisible, mysterious, God.

 

–Gillian K. Ferguson–

Posted by Odisseus\' Mom at 21:12:35 | Permalink | Comments (1) »

Buku… oh… buku….

Ody, Ibu sedang sibuk mencari bermacam-macam buku untuk bahan-bahan bacaan (suggestive readings list) kuliah Ibu. Setiap kali mencari buku di perpustakaan kampus, yang ada di kepala Ibu adalah koleksi buku-buku Ayah yang terserak di ruang kerja Ayah di rumah. Betapa saat ini Ibu ingin sekali berada di sana, membenamkan diri dalam berbagai buku koleksi Ayah, yang ternyata cukup banyak dijadikan referensi di sini dan sangat menunjang proses belajar Ibu. Ibu baru meyadari betapa berharga dan pentingnya buku-buku tersebut, namun sayangnya tidak banyak yang bisa Ibu bawa kemarin. Ibu ingin sekali minta dikirimkan buku-buku oleh Ayah. Maukah Ayah mengirimkan buku-buku untuk Ibu?
Posted by Odisseus\' Mom at 15:21:56 | Permalink | Comments (1) »

Sedikit dulu ceritanya

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ody, Sayang maafkan Ibu beberapa hari ini tidak sempat menulis untukmu. Hari Sabtu kemarin Ibu dan teman-teman berkunjung ke Amsterdam, namun Ibu belum sempat bercerita padamu. Ibu menulis e-mail tentang perjalanan ini ke beberapa sahabat Ibu dan Ayah. Kemudian Ayah membalas surat Ibu dengan mengatakan agar Ibu memasukkannya ke blog ini, maksudnya agar Ody pun ikut mendapat bagian dari kisah Ibu tersebut. Baiklah, Ibu copy-paste saja surat Ibu tersebut, namun Ody harap mengerti bahwa bahasa yang Ibu gunakan di sini adalah percakapan informal antar sahabat. Ody, jangan lupakan Ibu, bersabarlah Sayang, Ibu akan selalu mendampingimu dengan doa-doa.

Surat Ibu “Kunjungan ke Amsterdam”

————————————————————————————————

Assalamu’alaikum teman2,

Yang namanya gw tuh ya, kalo lagi sendirian gw senangnya yah kirim2 e-mail, nulis2 blog, ngeliat2 foto n kirim2 foto . Mau cerita dikit nih.

Kemaren hari Sabtu jalan2 ma teman2 ke Amsterdam, ini kedua kalinya gw ke Amsterdam, malemnya janjian sama Riva n Dhaniel untuk ketemuan di sana. sekalian juga rencananya ada Kadek dan Cauf (97). Berangkat dari rumah jam 9.30 bareng teman2, jalan kaki ke Den Haag
CS, nyampe beli tiket pp trus nunggu kereta skitar 15 menit. Rencana hari itu mau kunjungan museum di Amsterdam, Rijkmuseum (museum sejarah Belanda di masa kejayaannya abad 17), Madame Tussaud, dan Museum Van Gogh menjadi target pertama.

Ada kisah menarik waktu mau masuk Rijkmuseum, petugas penjual tiketnya ngomong gini, “Ma’am you’re showing your hair here..” begitu sambil nunjuk sisi deket pipi sebelah kiri, ya ampun ga nyangka bakal diinget ama orang bule di Belanda gitu loh. Iya biasa kita kan
kadang2 rambutnya nongol dikit di daerah situ n kadang2 nggak nyadar juga kalo ga sambil bercermin atau diingetin teman. Langsung aja aku bilang terima kasih dan cepat2 benerin jilbabku. Pas di pintu masuk disapa lagi sama petugas pengecek karcis, “Assalamu’alaikum…” ya udah aku bales “Wa’alaikumsalam…”. Orangnya sopan2 banget di sana tapi tegas sama peraturan museum. Ga boleh nyalain hp di dalam, dan ga boleh motret pake blitz, trus dasar aku iseng tangannya megang2 lukisan bikinan tahun 1600-an, eh ditegur. Jadi malu lagi….

Rijkmuseumnya guede banget gedungnya, dibangun abad 17 atau 18 gitu deh, tapi sebagian besar lagi direnovasi (memakan biaya 300 juta US$) dan baru akan dibuka untuk umum secara penuh Januari 2008, kita masuk di bangunan sayap kirinya yang ga terlalu besar, tapi tau
ga sih untuk ngeliatin satu2 karya apa aja yang dipamerkan dan untuk ngebaca sambil lalu informasi mengenai setiap karya udah ngabisin waktu 2 jam. Ga kebayang kalo harus ngelilingin museum segede gitu n nyimak semua isinya secara detil mungkin abis waktu 2 hari. Denger2 kalo ke Museum Louvre yang super guede di Paris, untuk bisa ngeliat semua yang ada di
dalemnya perlu waktu 3 hari, itu baru ngeliat doang belum sambil nyimak secara detil. Sampe rumah pegel2 deh.
————————————————————————————————

Ibu akan bercerita lebih lengkap lagi setelah Ibu menyelesaikan seluruh kuliah hari ini. Pagi ini sampai dengan sore hari jadwal kuliah Ibu sangat padat. Doakan Ibu ya Sayang. Jadilah anak yang sholeh.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Ibu di ruang komputer kampus.

Posted by Odisseus\' Mom at 07:55:46 | Permalink | No Comments »

Sunday, September 25, 2005

Hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap

Have We not relieved your chest?

And removed your burden,

which weighed down your back?

And We have raised your name.

For indeed, with every hardship there is relief.

Indeed, with every hardship there is relief.

Therefore, when you have finished your task,

Devote yourself to another.

And to your Lord alone turn all your hopes.

 

Q.S. Al Insyirah 1-8 (94: 1-8)

 

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?

Dan Kami telah menghilangkan bebanmu,

yang memberatkan punggungmu?

Dan kami tinggikan namamu.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.

Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.

Maka apabila kamu telah selesai dengan suatu urusan,

kerjakanlah dengan sungguh-sungguh yang lainnya.

Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

 

Posted by Odisseus\' Mom at 15:58:40 | Permalink | No Comments »

Staring at you…:((

Ody, Ibu memandangi foto-fotomu dengan tersenyum namun hati Ibu menangis dan betapa mata Ibu berkaca-kaca menyadari Ibu begitu jauh darimu Sayang.
Posted by Odisseus\' Mom at 15:39:09 | Permalink | No Comments »

Friday, September 23, 2005

Lagi-lagi terlambat!

Assalamu’alaikum wr. wb.

Kemarin pagi Ibu bangun agak telat, segera Ibu sholat subuh dan bersiap-siap untuk kuliah pagi ini, Remedial Course 9120, dengar-dengar sih tentang matematika ekonomi. Oke lah. Namun, yang namanya Ibumu ini Ody, justru karena rumah di sebelah kampus, malah membuat jadi sering terlambat. belum lagi setengah jam sebelum kuliah dimulai justru malah baru menyalakan lap top untuk mencari beberapa kabar, mengecek e-mail, dan chat dengan teman. Hihihi…. nakalnya. Setengah jam kemudian barulah men-shut down lap top. Jadilah setiap kuliah selalu datang 15 menit lebih lambat dari jadwal. Well, rasanya semua teman di kelas sudah mengetahuinya. Tapi yang penting Ibu tidak merugikan siapapun, dosen pun tidak ada masalah dengan hal itu.

Bangun dengan kepala masih agak pening karena tidak dapat tidur nyenyak. Masih terbawa sampai masuk kelas, di kelas Pak Peter de Velt sudah memulai kuliah dengan kalkulus dan derivatifnya plus kurva-kurva yang meliuk-liuk, baguslah! Bahan kuliah (handout) belum pula Ibu dapatkan, karena kelas ini sebenarnya khusus untuk anak-anak program ECD, lengkaplah kepeningan Ibu. Tapi tidak apa, semuanya tantangan dan menarik. Menyimak kuliah yang disampaikan dengan suara tidak terlalu keras untuk ukuran orang Belanda, belum menerima bahan kuliah– dan kalaupun sudah biasanya belum dibaca–, sinar matahari pagi yang menyilaukan pandangan ke depan, jadi tantangan tersendiri untuk tetap dapat tune-in dengan materi yang disampaikan. Syukurlah, Pak Peter mengajar dengan cukup baik, meskipun pada akhirnya Ibu dua kali pindah tempat duduk untuk mendapatkan posisi terbaik demi menyimak dan memahami isi kuliah.

Break, 15 menit, Ibu dan Nancy dari El Salvador segera menuju ruang PA untuk meminta bahan kuliah, kami sama-sama bukan berasal dari kelas ECD namun tertarik untuk mempelajari ekonomi, terutama Nancy tertarik untuk kembali pada hobinya mengutak-atik soal matematik. Nancy sudah menikah, latar belakangnya dari Psikologi, dan mengambil program Human Resources and Employment (HRE), sementara Ibu memang mempelajari Ekonomi di tingkat S1 dan sebenarnya segan mengambil kuliah Ekonomi lagi, itulah sebabnya Ibu mengambil program Public Policy and Management (PPM). Sayangnya Ibu selalu tergelitik untuk kembali menekuni buku-buku Ekonomi, jadilah Ibu ada di hampir seluruh kelas Remedial Course untuk program Economics of Development (ECD).

Siangnya kuliah 1102 State, Goverment, and Society. Kembali Ibu terlambat masuk karena solat dhuzur dulu ditambah tersesat mencari ruang kuliah di Aula A, duh memusingkan, pintu masuk ke Aula A ternyata ada di belakang dan agak tersembunyi dari jalur yang selama ini biasa Ibu jalani di kampus. Dina sudah berkata dalam hatinya, saat mendengar pintu kelas terbuka, “Pasti ini Endah yang datang terlambat”, kamu benar koq Din. Koon si orang Belanda, menyarankan, “Try to leave home earlier”, wah nggak tahu dia kalau Ibu mutar-mutar seluruh kampus untuk mencari yang namanya pintu masuk Aula A. Pak Joop de Wit dosen mata kuliah ini sangat baik dan menjelaskan dengan jelas. Kami memulai kelas dengan perkenalan yang segera dimulai setelah Ibu masuk kelas, dan penjelasan sesi kuliah serta materi di dalamnya.

 

Posted by Odisseus\' Mom at 08:36:13 | Permalink | No Comments »

Thursday, September 22, 2005

Selamat tidur Sayang

“Selamat tidur Sayang”, ya begitu bunyi pesan sms yang Ibu terima pagi sekitar jam 2 dari Ayah. Ibu curhat bahwa tidak bisa tidur, entah kenapa, mungkin karena terlalu asyik mengutak-atik web blog ini. Karena baru belajar membuat web blog, semuanya Ibu utak-atik untuk mendapatkan tampilan web blog yang setidaknya paling mendekati keinginan dan selera Ibu.

Ini dimulai dari perubahan warna tampilan, warna yang lama merah muda Ibu putuskan untuk diganti dengan warna biru muda, karena Ibu lebih menyukai warna biru dibandingkan merah muda, selain itu karena web blog ini sengaja Ibu buat khusus untuk menampung surat-surat Ibu untuk Ody putra pertama Ibu, rasanya warna biru lebih tepat karena identik dengan warna laki-laki.

Beberapa link Ibu tambahkan agar lebih informatif dan mudah untuk menuju link lainnya. Link khusus ke beberapa web blog sahabat Ibu juga Ibu tambahkan. Satu hal yang memakan ekstra waktu adalah membuat link buku tamu, namun akhirnya link ini pun sudah aktif dan bisa dipergunakan untuk mengetahui siapa saja tamu yang datang berkunjung untuk membaca surat-surat Ibu. Link lain yang Ibu tambahkan adalah link foto-foto hasil jepretan sahabat Ibu, Dian, menurutnya foto-foto hasil karyanya seringkali ditertawakan teman-teman fotografer seniornya, maklum masih junior dan amatir (Dian, ampun….), namun bagi Ibu sangat menarik dan cukup menyentuh (mungkin karena kami sama-sama amatiran :)).

Ibu juga menambahkan link ke album foto Ayah, Ibu dan Ody. Ini pun membutuhkan waktu ekstra karena untuk upload foto-foto yang ada di file Ibu membutuhkan waktu cukup lama. Sayangnya, banyak dari file foto Ody tertinggal di komputer ruang kerja Ayah di rumah. Nanti Ibu akan meminta Ayah untuk mengirimnya.

Ibu pun mengubah profil Ibu, semata-mata agar lebih menarik dibaca. Akhirnya Ody, semuanya tetap tidak akan mampu mencapai sebuah kesempurnaan, namun prosesnya sangatlah berharga dan menjadi kenangan indah karena setiap saat membuat Ibu menjadi lebih dekat pada Ody dan Ayah di sana.

“Selamat tidur Sayang, jangan sampai kurang tidur dan jangan kebanyakan chatting”, itulah bunyi pesan sms dari Ayah yang masuk pukul 02.21 pagi saat Ibu tidak bisa memejamkan mata. Beberapa saat kemudian masih saling berkirim pesan sms, kami sama-sama teringat kisah film “Shrek” yang menjadi film favorit Ayah dan Ibu (sudah lebih dari 5 kali ditonton berdua baik Shrek 1 maupun Shrek 2). “And then Shrek and Princess Fiona live happily ever after”, begitu bunyi pesan terakhir dari Ayah di layar ponsel Ibu sebelum kemudian Ibu jatuh tertidur. 

Posted by Odisseus\' Mom at 22:27:54 | Permalink | Comments (1) »