Bersabarlah
Assalamu’alaikum wr. Wb. Ody buah hati Ibu,
Maafkan Ibu karena baru sempat menulis hari ini untuk Ibu. Dan maafkan Ibu juga karena kemarin tidak dapat bercakap-cakap denganmu melalui messenger. Ibu sedang berada di pantai. Ya, hari Minggu kemarin, di sore hari Ibu dan teman-teman pergi mengunjungi teman kami Dina di asramanya di Seinpost, Scheveningen. Sebetulnya Ibu ingin sekali bercakap-cakap dan mendengar suara Ody, tapi sayangnya kita tidak janjian terlebih dulu sehingga Ibu tahu ketika Ody sedang online.
Ody, ada seorang teman yang mengatakan betapa teganya Ibu meninggalkanmu, dan ia pun sampai geleng-geleng kepala. Ibu sedih jadinya, namun Ibu mencoba bersabar, meskipun ini semua tidak menyenangkan untuk Ody, Ayah, dan Ibu karena harus berpisah seperti ini. Ibu mencoba untuk berpikir, benarkah Ibu keterlaluan sehingga berani meninggalkanmu untuk belajar di negeri yang jauh? Ibu berpikir bahwa semua ini bukan semata-mata karena keinginan dan usaha Ibu, melainkan karena Allah SWT pun berkehendak dan mengizinkan terjadi semua ini. Ibu berusaha untuk bersabar dan tawaqal bahwa perpisahan ini pun terjadi semata-mata karena kehendak Allah. Bahkan ketika seorang ibu yang dengan takdir Allah SWT ditentukan bahwa ia harus meninggal di saat melahirkan anaknya, atau di saat lain di mana si anak masih sangat kecil dan membutuhkan kasih sayang dan bimbingannya, dapatkah kita semata-mata menghakimi bahwa Ibu tersebut tidak baik atau keterlaluan? Sama sekali tidak kan? Karena si Ibu pun pergi karena takdir yang Allah SWT tentukan untuknya, bukannya semata-mata pergi karena kemauannya.
Ibu pun menyadari bahwa semua ini terjadi karena izin dan ketentuan Allah SWT. Kita hanya harus bersabar menjalaninya Ody, sungguh Ibu pun menyadari bahwa sama sekali tidak mudah untuk berpisah dengan buah hati yang sangat Ibu sayangi. Ibu minta maaf ya Sayang. Bahwa ujian dari Allah datang dalam berbagai bentuk, bukan hanya kesulitan namun juga kesenangan dan kemudahan. Ody, bantu Ibu untuk senantiasa menguatkan hati dan kesabaran di sini. Kita selalu senantiasa saling mendoakan ya Sayang. Insya Allah di sini pun banyak teman-teman Ibu yang meninggalkan keluarganya, ibunya, istrinya, anaknya, suaminya dan semuanya. Ibu hanya menjadi satu bagian kecil dari ini semua. Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing dan demikian juga kita Sayang, kuatkan hati dan bersabarlah, dan Ibu pun belajar untuk memahami bahwa sesungguhnya bersabar itu merupakan tekad yang harus pancangkan kuat-kuat setiap saat dan kita tidak boleh menyerah.
Ibu berusaha untuk senantiasa mengingat pesan saudari Ibu, Selvy di Tanah Tinggi, Jakarta, bahwa sesungguhnya orang yang menuntut ilmu ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT dan orang yang melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu disejajarkan dengan orang yang pergi berjihad. Bahwasanya Allah pun telah menentukan inilah saat lain dalam hidup Ibu di mana Ibu harus berjihad dengan belajar dan menuntut ilmu di tempat yang jauh dan mengharuskan Ibu untuk berpisah beberapa saat dengan Ody yang sangat Ibu sayangi.
Ibu akan selalu mengingat ini semua Sayang. Dan Ibu pun yakin engkau akan selalu berada dalam penjagaan Allah SWT. Mari kita sama-sama bersabar dan berjuang, serta mensyukuri setiap saat yang masih dapat kita miliki bersama.
Dengan penuh kasih dan rindu. Ibu
Wassalamu’alaikum wr. Wb.