Selamat tidur Sayang
“Selamat tidur Sayang”, ya begitu bunyi pesan sms yang Ibu terima pagi sekitar jam 2 dari Ayah. Ibu curhat bahwa tidak bisa tidur, entah kenapa, mungkin karena terlalu asyik mengutak-atik web blog ini. Karena baru belajar membuat web blog, semuanya Ibu utak-atik untuk mendapatkan tampilan web blog yang setidaknya paling mendekati keinginan dan selera Ibu.
Ini dimulai dari perubahan warna tampilan, warna yang lama merah muda Ibu putuskan untuk diganti dengan warna biru muda, karena Ibu lebih menyukai warna biru dibandingkan merah muda, selain itu karena web blog ini sengaja Ibu buat khusus untuk menampung surat-surat Ibu untuk Ody putra pertama Ibu, rasanya warna biru lebih tepat karena identik dengan warna laki-laki.
Beberapa link Ibu tambahkan agar lebih informatif dan mudah untuk menuju link lainnya. Link khusus ke beberapa web blog sahabat Ibu juga Ibu tambahkan. Satu hal yang memakan ekstra waktu adalah membuat link buku tamu, namun akhirnya link ini pun sudah aktif dan bisa dipergunakan untuk mengetahui siapa saja tamu yang datang berkunjung untuk membaca surat-surat Ibu. Link lain yang Ibu tambahkan adalah link foto-foto hasil jepretan sahabat Ibu, Dian, menurutnya foto-foto hasil karyanya seringkali ditertawakan teman-teman fotografer seniornya, maklum masih junior dan amatir (Dian, ampun….), namun bagi Ibu sangat menarik dan cukup menyentuh (mungkin karena kami sama-sama amatiran :)).
Ibu juga menambahkan link ke album foto Ayah, Ibu dan Ody. Ini pun membutuhkan waktu ekstra karena untuk upload foto-foto yang ada di file Ibu membutuhkan waktu cukup lama. Sayangnya, banyak dari file foto Ody tertinggal di komputer ruang kerja Ayah di rumah. Nanti Ibu akan meminta Ayah untuk mengirimnya.
Ibu pun mengubah profil Ibu, semata-mata agar lebih menarik dibaca. Akhirnya Ody, semuanya tetap tidak akan mampu mencapai sebuah kesempurnaan, namun prosesnya sangatlah berharga dan menjadi kenangan indah karena setiap saat membuat Ibu menjadi lebih dekat pada Ody dan Ayah di sana.
“Selamat tidur Sayang, jangan sampai kurang tidur dan jangan kebanyakan chatting”, itulah bunyi pesan sms dari Ayah yang masuk pukul 02.21 pagi saat Ibu tidak bisa memejamkan mata. Beberapa saat kemudian masih saling berkirim pesan sms, kami sama-sama teringat kisah film “Shrek” yang menjadi film favorit Ayah dan Ibu (sudah lebih dari 5 kali ditonton berdua baik Shrek 1 maupun Shrek 2). “And then Shrek and Princess Fiona live happily ever after”, begitu bunyi pesan terakhir dari Ayah di layar ponsel Ibu sebelum kemudian Ibu jatuh tertidur.