Ody cakar Ayah?
Ody, Ibu tersenyum saat membaca sms dari Ayah hari Senin sore kemarin. Ayah lapoor ke Ibu bahwa bibirnya berdarah karena dicakar dan ditarik Ody. Aduh Ody, kamu gemas dengan Ayah ya? Gemas atau sayang sama Ayah? Tapi jangan dicakar donk, kasihan Ayah nanti tidak bisa makan.
Kemudian Ibu kembali tersenyum saat membaca e-mail dari Tante Ratri tentang kejadian mencakar Ayah itu. Tante Ratri bercerita bahwa Ody mencakar Ayah, kemudian Ayah bilang, “Aduh, Ody cakar bibir Ayah, berdarah nih jadinya, nanti Ody Ayah adukan ke Ibu”. Kemudian disambung Tante Ratri, “Ayo Ody, ngumpet ntar Ibu marah lo”. Ibu benar-benar jadi gemas karena kata Tante, setelah itu Ody segera menyurukkan kepala ke bantal untuk bersembunyi.
Satu hal lagi yang biasa Ody lakukan adalah mengacak-acak barang yang sudah dirapikan. Begitu kata Tante Ratri. Ibu kembali tersenyum dan mengingat saat Ibu mengemas barang-barang bawaan Ibu ke Belanda, Ody juga ikut bantu Ibu waktu itu kan? Ya, bantu mengeluarkan kembali isi tas yang sudah Ibu atur rapi. Tiga kali Ibu merapikan isi bawaan Ibu saat itu, tiga kali pula Ody mengeluarkannya kembali. Tidak apa-apa koq, Sayang, selama aktivitas yang Ody lakukan tidak berbahaya pasti Ibu izinkan dan berusaha untuk bersabar.
Alhamdulillah, Ibu senang dan bersyukur mengetahui Ody baik-baik saja dan tumbuh dengan baik. Ibu punya hadiah untuk ulang tahun Ody yang pertama insya Allah tanggal 1 Oktober nanti. Tapi hadiah dari Ibu baru dapat dikirim ke Indonesia mungkin akhir Oktober karena kirimnya nitip sama keluarga teman yang mau ke Indonesia. Katanya ongkos kirim barang dari sini ke Indonesia mahal, Ibu belum tahu pasti, namun Ibu akan memastikannya dengan datang ke kantor pos esok pagi.
Selamat tidur Sayang, mimpi yang indah. Allah akan selalu menjagamu, dan Ibu akan selalu mendoakanmu.
Wassalamu’alaikum wr. wb.