Assalamu’alaikum wr wb
Ody juga mau cerita nih Tante. Sekarang kan usia Ody alhamdulillah udah 21 bulan 24 hari, sejak pekan lalu Ody masuk sekolah playgroup di dekat rumah Eyang, namanya TK “JEMARI”. Di sana teman2ku banyak ada sekitar 13 orang, aku yang paling muda, tapi gapapa koq, aku anaknya PD aja, suka bergaul, dan ga penakut.
Waktu hari pertama masuk sekolah, anak2 usia 2-4 tahun masih digabung karena kita masih kenalan, kata Eyang suasana kelas waktu itu lumayan rusuh, sebab masing-masing masih mau main sendiri. Ody sendiri sih kalo di antara teman2ku lebih suka, tapi aku lebih anteng n berkurang kecerewetannya. Mungkin karena aku masih blm terlalu kenal lingkungan baruku itu yah. Sampe Bu Indri (ibu guruku) tanya, “Ody belum bisa bicara ya?” Hihihi… padahal belum tau aja Bu Indri, aku tuh kalo udah pulang ke rumah dan sampe pagar rumah langsung deh, bercerita n cerewetnya keluar. Eyang, Ayah, Tante, dan Mba Ria, sampe terheran-heran lho sama aku. Hihiihi, mungkin aku masih malu sama orang-orang baru. Tapi kata Ibu Endah, aku lagi “jaim” alias “jaga image”, ih Ibu Endah bisa aja….
Tapi Ody nggak takut ditinggal di ruang kelas sama Mba Ria, Mba cuma ngawasin aku dari jendela di luar kelas. Aku gapapa, berani, nggak nangis takut ditinggal. Pokoknya aku suka sekolah, dan aku udah punya teman baru namanya Kak Jacklyn. Ternyata Kak Jacklyn (aku panggilnya “Akin”) suka main sama aku sebab aku mirip dan seumuran sama adek laki-lakinya di rumah.
Dalam seminggu Odi tiga kali masuk sekolah, Senin, Rabu, dan Jum’at. Sejak Senin kemarin, teman2ku udah dipisah jadi 2 kelas, kelas yang untuk usia 2-3 tahun dan usia 3 tahun ke atas. Aku masuk kelas pertama. Menurut Eyang, murid2 di kelasku gampang sekali diatur, lucu2, dan penurut sama Bu Guru. Waktu pertama disuruh duduk untuk mulai kelas, Ody duduk di atas meja kecil. Ody nggak tau, Ody kira itu bangku kecil, sebab Bu Guru nggak sediain bangku kecil, jadinya Ody duduk aja di atas situ. Eh ternyata kata Bu Guru, salah itu meja, aku diangkat dan dipindahin duduk di bawah (ternyata di kelas nggak disediain bangku), di atas karpet. Ya sudah, aku diduk dia tas karpet sambil selonjorin kakiku ke kolong meja. Kemudian oleh Bu Guru, kami dibagikan kertas menggambar dan mewarnai. Ody suka sekali mewarnai. Teman2ku juga begitu.
Kemudian tiba saat makan snack, Ody dibawain Eyang kue pisang dan air jeruk manis. Ody suka makan kue pisang, Mba Ria bantu buka bekal aku, dan aku bisa makan sendiri di kelas. Tapi pas mau minum air jeruk manisnya, aku dibantuin buka tempat minumku, karena Mba Ria takut airnya tumpah, aku udah bisa minum sendiri pake sedotan. Hmm… segar deh… senang bisa belajar, main, dan makan bersama teman2 baruku.
Ketika mau pulang, Eyang datang menjemput aku dan Mba Ria, aku padahal masih asik main mobil2an besar yang ada setirnya. Akua masih pengin main di sekolah, tapi hari udah siang, teman2ku dari kelas yang satu lagi udah pada datang, gantian pake kelas dan alat2 mainnya. Aku dibujuk Eyang untuk pulang, aku nggak mau… “Mau main mobil2an…” Trus kata Eyang, “Ya udah, Eyang pulang duluan yah, Ody berani nggak ditinggal?” Wah, aku tentunya gak mau ditinggal sama Eyang, aku cepat2 turun dan berlari ke arah Eyang.
Oya, satu lagi aku kan diajarin sopan santun sama Eyang, kalo lewat di depan orang lain harus bilang permisi. Kemarin Eyang lewat di depan aku sambil bilang, “Permisi…” Cuma aku belum belajar, kalau ada orang lewat di depanku bilang permisi, aku harus balas apa. Aku udah ngerti bahwa kalau diberikan sesuatu oleh orang lain, Aku harus ucapkan “Ma’acih… (terima kasih)…” kemudian, kita balas, “Nyama-nyama.. (sama-sama)”. Tapi pas Eyang bilang, “Permisi…” Aku balasnya apa yah…. Oya aku ingat kalau aku pas main di halaman depan sama Eyang Kakung trus ada tukang minta-minta lewat depan rumah sambil bilang, “Permisi….” Eyang Kakung balasnya begini, “Maaf aja bu…”
Eyang Putri ke Ody, “Permisi…”
Ody ke Eyang Putri, “Maaf aja bu….”
Eyang Putri, Tante, dan Mba Ria, “????….. Huaaahahaahahaaa….”
Ody, “Uh… aku koq diketawain??, Ngambek…”
Hihihi, ternyata aku belum mengerti perbedaan situasi antara bilang, “Permisi” ketika mau numpang lewat dan “Permisi” ketika ada tukang minta-minta atau orang minta sumbangan datang ke rumah.
Trus aku suka ganti-ganti akhiran kata-kata, menurut seleraku sendiri sebab terdengar lebih asik.
Eyang Putri, “Ody anak so-….?”
Ody, “Ab….”
Eyang Putri, “Bukan soab, tapi soleh, Dy..”
Ody, “Soab….!”
Eyang Putri, “Soleh, Ody”
Ody, “Soab aja buuuu….”
Eyang Putri, “Hehehe… anak ini suka ganti2 kalimat, dan nggak mau kalah ya…”
Eh, ceritaku panjang yah. Iya nih sebab Ibu Endah suka sih ketak-ketik, nulis cerita. Ya udah Tante Wahyu dan Adek Alisha, Tante Dara, Abang Rafif dan adek kecil di perut, Tante Bulan dan Kakak Raihana, Tante Deasy, Tante Uli, Tante, Dyah. Ody segini dulu ceritanya, kasian waktu Tante jadi terpotong banyak membaca ceritaku. Doain supaya aku bisa jadi anak soleh yang cerdas ya Tante… Peluk cium sayang dari Ody.
Wassalamu’alaikum wr wb