Wednesday, July 26, 2006

Even a little boy do it

My dearest friend Salwa Singh just a few minutes ago sent me a link, about a little Italian boy who is practising to recite short surah(s) from Al Qur’an. A really cute one, either the boy or the way he recites Qur’an. Well I think from the example, since a little boy has tried hard and seriously to do it, it’s about time we as an elderly muslims should at least give the same efforts, attention, support not only for our little beloved ones at home to start learn and practice how to read and recite Qur’an, but also for ourselves as their parents.

A little reminder for me and my husband as a parents.

Posted by Odisseus\' Mom at 12:30:38 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 25, 2006

Cerita Ody buat Tante2nya

Assalamu’alaikum wr wb

Ody juga mau cerita nih Tante. Sekarang kan usia Ody alhamdulillah udah 21 bulan 24 hari, sejak pekan lalu Ody masuk sekolah playgroup di dekat rumah Eyang, namanya TK “JEMARI”. Di sana teman2ku banyak ada sekitar 13 orang, aku yang paling muda, tapi gapapa koq, aku anaknya PD aja, suka bergaul, dan ga penakut.

Waktu hari pertama masuk sekolah, anak2 usia 2-4 tahun masih digabung karena kita masih kenalan, kata Eyang suasana kelas waktu itu lumayan rusuh, sebab masing-masing masih mau main sendiri. Ody sendiri sih kalo di antara teman2ku lebih suka, tapi aku lebih anteng n berkurang kecerewetannya. Mungkin karena aku masih blm terlalu kenal lingkungan baruku itu yah. Sampe Bu Indri (ibu guruku) tanya, “Ody belum bisa bicara ya?” Hihihi… padahal belum tau aja Bu Indri, aku tuh kalo udah pulang ke rumah dan sampe pagar rumah langsung deh, bercerita n cerewetnya keluar. Eyang, Ayah, Tante, dan Mba Ria, sampe terheran-heran lho sama aku. Hihiihi, mungkin aku masih malu sama orang-orang baru. Tapi kata Ibu Endah, aku lagi “jaim” alias “jaga image”, ih Ibu Endah bisa aja….

Tapi Ody nggak takut ditinggal di ruang kelas sama Mba Ria, Mba cuma ngawasin aku dari jendela di luar kelas. Aku gapapa, berani, nggak nangis takut ditinggal. Pokoknya aku suka sekolah, dan aku udah punya teman baru namanya Kak Jacklyn. Ternyata Kak Jacklyn (aku panggilnya “Akin”) suka main sama aku sebab aku mirip dan seumuran sama adek laki-lakinya di rumah.

Dalam seminggu Odi tiga kali masuk sekolah, Senin, Rabu, dan Jum’at. Sejak Senin kemarin, teman2ku udah dipisah jadi 2 kelas, kelas yang untuk usia 2-3 tahun dan usia 3 tahun ke atas. Aku masuk kelas pertama. Menurut Eyang, murid2 di kelasku gampang sekali diatur, lucu2, dan penurut sama Bu Guru. Waktu pertama disuruh duduk untuk mulai kelas, Ody duduk di atas meja kecil. Ody nggak tau, Ody kira itu bangku kecil, sebab Bu Guru nggak sediain bangku kecil, jadinya Ody duduk aja di atas situ. Eh ternyata kata Bu Guru, salah itu meja, aku diangkat dan dipindahin duduk di bawah (ternyata di kelas nggak disediain bangku), di atas karpet. Ya sudah, aku diduk dia tas karpet sambil selonjorin kakiku ke kolong meja. Kemudian oleh Bu Guru, kami dibagikan kertas menggambar dan mewarnai. Ody suka sekali mewarnai. Teman2ku juga begitu.

Kemudian tiba saat makan snack, Ody dibawain Eyang kue pisang dan air jeruk manis. Ody suka makan kue pisang, Mba Ria bantu buka bekal aku, dan aku bisa makan sendiri di kelas. Tapi pas mau minum air jeruk manisnya, aku dibantuin buka tempat minumku, karena Mba Ria takut airnya tumpah, aku udah bisa minum sendiri pake sedotan. Hmm… segar deh… senang bisa belajar, main, dan makan bersama teman2 baruku.

Ketika mau pulang, Eyang datang menjemput aku dan Mba Ria, aku padahal masih asik main mobil2an besar yang ada setirnya. Akua masih pengin main di sekolah, tapi hari udah siang, teman2ku dari kelas yang satu lagi udah pada datang, gantian pake kelas dan alat2 mainnya. Aku dibujuk Eyang untuk pulang, aku nggak mau… “Mau main mobil2an…” Trus kata Eyang, “Ya udah, Eyang pulang duluan yah, Ody berani nggak ditinggal?” Wah, aku tentunya gak mau ditinggal sama Eyang, aku cepat2 turun dan berlari ke arah Eyang.

Oya, satu lagi aku kan diajarin sopan santun sama Eyang, kalo lewat di depan orang lain harus bilang permisi. Kemarin Eyang lewat di depan aku sambil bilang, “Permisi…” Cuma aku belum belajar, kalau ada orang lewat di depanku bilang permisi, aku harus balas apa. Aku udah ngerti bahwa kalau diberikan sesuatu oleh orang lain, Aku harus ucapkan “Ma’acih… (terima kasih)…” kemudian, kita balas, “Nyama-nyama.. (sama-sama)”. Tapi pas Eyang bilang, “Permisi…” Aku balasnya apa yah…. Oya aku ingat kalau aku pas main di halaman depan sama Eyang Kakung trus ada tukang minta-minta lewat depan rumah sambil bilang, “Permisi….” Eyang Kakung balasnya begini, “Maaf aja bu…”

Eyang Putri ke Ody, “Permisi…”

Ody ke Eyang Putri, “Maaf aja bu….”

Eyang Putri, Tante, dan Mba Ria, “????….. Huaaahahaahahaaa….”

Ody, “Uh… aku koq diketawain??, Ngambek…”

Hihihi, ternyata aku belum mengerti perbedaan situasi antara bilang, “Permisi” ketika mau numpang lewat dan “Permisi” ketika ada tukang minta-minta atau orang minta sumbangan datang ke rumah.

Trus aku suka ganti-ganti akhiran kata-kata, menurut seleraku sendiri sebab terdengar lebih asik.

Eyang Putri, “Ody anak so-….?”

Ody, “Ab….”

Eyang Putri, “Bukan soab, tapi soleh, Dy..”

Ody, “Soab….!”

Eyang Putri, “Soleh, Ody”

Ody, “Soab aja buuuu….”

Eyang Putri, “Hehehe… anak ini suka ganti2 kalimat, dan nggak mau kalah ya…”

Eh, ceritaku panjang yah. Iya nih sebab Ibu Endah suka sih ketak-ketik, nulis cerita. Ya udah Tante Wahyu dan Adek Alisha, Tante Dara, Abang Rafif dan adek kecil di perut, Tante Bulan dan Kakak Raihana, Tante Deasy, Tante Uli, Tante, Dyah. Ody segini dulu ceritanya, kasian waktu Tante jadi terpotong banyak membaca ceritaku. Doain supaya aku bisa jadi anak soleh yang cerdas ya Tante… Peluk cium sayang dari Ody.

Wassalamu’alaikum wr wb

Posted by Odisseus\' Mom at 09:11:26 | Permalink | No Comments »

Sunday, July 23, 2006

Holiday is coming

The pics are here

The stories are below (quoted from PPI Den Haag conference):

“Dear Temen2,

Gimana kalo tanggal 22 Juli ini hari Sabtu kita sepeda-an yuk, ke kota terdekat dari Den Haag, bisa Leiden ato Delft. Mas Dayat usul ke Rotterdam sih….:) Kita berangkat pagi2 jam 8 ato jam 9 gitu bawa bekal makan siang, minuman, n tikar buat gelaran piknik gitu. Mumpung cuaca masih mendukung nih, trus tugas2 n RPD juga dah pada beres.

Ditunggu responnya yak. Oya, kalo mau ajak temen dari negara lain juga boleh koq….

Cheers,

Endah

P.S.: Buat yang punya peta Delft ato Leiden boleh donk pinjam petanya….:)”

—————————————————————————————

“Dear all,

Refering to some suggestions I have received, biking will be carried on this Saturday 22 Juli. The participants are: 1. Endah, 2. Nur Hidayat, 3. Mirna, 4. Diah, 5. Herni, 7. Adrian, 8. Kim Anh, 9. Budi

We’ll meet in front of Dorus July 22, at 9 am. Don’t forget to bring your lunch and digicam. Adrian will provide the map and bike pump, just in case you have a flat tyre. Our destination will be to Delft. Just in case that you don’t want to bring your lunch, we can drop by at a pancake house in Delft centrum.

See you all soon guys…

Cheers,

Endah

P.S.: Don’t forget to check your tyre first before we leave.”

———————————————————————————–

“Teman2,

Biking kemarin rutenya ternyata berubah sedikit, yakni ke Wassenaar strand yang ternyata lumayan lebih cakep dibanding Scheveningen strand. Dari Den Haag-Wassenaar strand kemarin 10 km, ditempuh sekitar 45 menit. Setelah 2 jam-an jalan2 di pantai trus bertemu Putri Duyung pake kaos item n celana putih serta pasangannya yang kebelet berenang, sekitar jam 2 an siang setelah ujan rintik2nya berhenti, perjalanan dilanjutkan ke Leiden sejauh 8 km. Hihihi… sip banget yak, sepedaan sambil ujan2an gitu.

Di Leiden kita makan siang di Chicken Cottage trus jalan2 ke centrumnya n makan es krim Australia. Abis itu jalan2 bentar trus pulang deh. Perjalanan pulang Leiden-Den Haag yang sekitar 15 km ditempuh selama sejam. Pake brenti2 n foto di pinggir jalan n jembatan. Sampe di Den Haag, (sorry) pantatnya tepos semua…:)) Tapi seru banget n kita rencananya mau bikin lagi Biking serupa hari Jum’at ini tgl 28 Juli.

Rute untuk Jum’at ini mungkin ke Delft trus kalo masih pada kuat mungkin lanjut ke Rotterdam. Fyi, tadi kata Kay (menurut info dari Opa-nya) jarak Den Haag-Rotterdam more than 24 km bow… Hayyoooo…. pada berani ga mecahin rekor kemarin? Artinya bakal menempuh jarak pp sekitar 48 km, sedangkan rekor kita kemarin pp 33 km.

Buat Herni, Mas Dayat n Adrian, foto2 kemarin tulung donk di-up-load ke sini…. Buat yang kemarin udah berpartisipasi meramaikan perjalanan Den Haag-Wassenaar strand-Leiden-Den Haag dengan sepeda, makanan, minuman, dan foto2nya: Adrian, Budi, Kay, Herni, Mas Dayat, Ita, dan Lorenc, it was really nice to have you guys as trip’s companion.

Itu dulu yak, sampe ketemu hari Jum’at. Yang lain, yang kemarin masih belum bisa gabung, ditunggu juga kehadirannya dan sepedanya.

Salam,

Endah”

Posted by Odisseus\' Mom at 15:51:36 | Permalink | No Comments »

Thursday, July 20, 2006

staying for the holidays

i feel like i have nothing to be shared these days, running out of inspiration maybe…:-) but what i’ve known for sure is that i really miss my family, my husband, my boy. this summer holiday i choose for not coming home, not like the rest of my friends here who chose to come back for a while to their beloved ones, and enjoy the holiday together. 

for me, it’s better postpone it later until end of this year. it’s neither ‘coz that i don’t want to see my family nor i don’t feel like i miss them. to be honest, i do miss them a lot, but i think i just want that our re-union will be the climax of our separation. i really want that by the time we shall re-unite again, i’ve done all my responsibility here of being a student, don’t have to think about marks, courses, research anymore. a finish is just a finish.

now, i have to start to concentrate in doing my research, since last monday my supervisor has approved my design. and ever since my supervisor knows that i’m going to stay here during the holiday, he wants us to meet at least once a week. like today, i think i have an appointment to meet him in the afternoon to talk about the data. do you know that though my supervisor is a real dutch man, me and my friends call him “bang bert”. we give him this special name without him knowing about it. if ever he knew about this perhaps his only reaction would be a smile on his face. he knows and understand bahasa indonesia, since he did his 6-months ph.d research in indonesia. 

ok, that’s all that i can think i can share, please pray for me and don’t stop give support for me to survive doing all these things. for ody and his daddy, i miss you and pray for you both always. may Allah SWT give us strength and patience to hold on until the right time for us to be re-unite again.

Posted by Odisseus\' Mom at 12:25:07 | Permalink | Comments (1) »

Monday, July 17, 2006

Kalo emak2 ngomongin bola n idola

hihihi, nah ini dari judul postingannya aja udah berindikasi bakal terjadi narsisme (dalam arti setor foto2 n cerita) terbaru dari aku. yup, gapapa yak, ini foto2 aku setor khusus buat suamiku (maddar) dan adekku (ratri) yang selalu setia mendukung rencana jalan2ku n ngomporin buat bikin foto2 plus cerita yang banyak di blogku. 

bisa dibilang adekku tuh yang paling tahu bahwa aku fans berat tim jerman (please yak, hari gini kayak anak abg aja..:P), kenapaaa??? yup karena pelatihnya itu lho, jurgern klinsmann which is my favorite football player sejak aku tau dia di piala dunia 1990 (giling, gw masih sd jaman itu, di saat temen2 gw mengidolakan “new kids on the block”, gw mah idolanya pemain bola berambut pirang itu). trus pas world cup 1994 di amrik, jerman kalah sama bulgaria di 1/4 final kalo gak salah. duhayyy sedihnya hatiku, ngelihat idolaku nangis sedih di lapangan karena timnya kalah (hihihi… dangdut skali yah..:D).

eh lagi, pas world cup 1998 di perancis jerman lagi2 kalah di 1/4 final sama kroasia, wekss… sedih lagi donk…. nah, pas world cup 2002 di jepang-korea, mulai deh jerman nanjak lagi karena udah mulai muncul pemain2 muda, tapi lagi2 kalah di final lawan brazil, but tim jerman tetep jadi favoritku plus pemain lamanya jurgen klinsmann yang udah pensiun. dasar rezeki n umur emang Allah juga yang ngatur, lha koq pas world cup 2006 ini ndilalah di jerman, plus pemain pujaanku jurgen klinsmann jadi pelatih timnas jerman pula, plus lagi dasar rezeki, aku juga lagi menuntut ilmu (behhh… bahasanya..kikikikik…:P) di belanda. jadilah niat di hati ini bulat buat ketemu idola, kapan lagi coba… makanya hati ini selalu berdoa semoga jerman tuh kemarin masuk final. eh, ternyata aku menemukan pasangan hati pula di sini yang punya idola sama, si dini tea dari desa groningen (luv you din), hihihi… jadi klop dah! 

kita sampai di berlin tgl 8 juli siang hari jam 5 sore di stasiun berlin hauftbahnhoft yang siang itu ramenya bukan main, mana stasiunnya gede segede mall n mirip ma mall banget, jalur transportasinya juga 2 lapis di upperground buat kereta internasional plus s-bahn, di underground buat kereta u-bahn kayaknya. menurut info dari adek, besok siangnya di brandenburger gate, tim jerman bakal bikin acara gelar terima kasih buat fans2 jerman yang udah ngedukung timnas di piala dunia. sementara itu malamnya jadwal jerman ketemu portugal buat perebutan juara ketiga, makanya stasiun central berlin pun rame sama supporter n pengunjung. malemnya kita jalan ke brandenburger pas jerman dah jelas dapet gelar juara 3, biasa deh kebayang gimana ributnya fans2 itu di sepanjang unter den linden avenue, parade di jalan sambil ngeklakson mobil keras2, bendera hitam, merah, n kuning berbagai ukuran dikibarin di mana2, orang2 minum bir di mana, untung ga ada kerusuhan… eh sempet terucap juga seh… “please deh, baru juara 3 aja udah begini, gimana kalo juara 1?” abis kesel, orang2 itu berisiknya bukan main mana mabok n bikin macet pula.

tapi sayangnya pas acara perpisahan plus gelar terima kasih dari timnas jerman, kita semua dateng telat banget ke brandenburger gate, jalan umum yang biasa kita lewati udah ditutup n dijaga sama polisi2, padahal tuh gerbang tinggal sekedipan mata doank, n idolaku udah di depan mata di atas panggung bareng2 sama satu timnas jerman. duh nyesek, sama polisi2 itu kita n ratusan fans lainnya disuruh ambil jalan muterin tiegarten park yang segede lapangan senayan kali. trus di pintu masuk, kita kudu diperiksa dulu, diamanin dari barang2 pecah belah, salah satu temanku yang bawa parfum ga boleh masuk sebelum dia ninggalin parfumnya itu di pintu masuk.

di dalam taman itu kita harus jalan lagi sekitar 500 m lebih buat sampe ke deket gate, tapi kita ga duga kalo fans jerman tuh gila juga yah, dari mulai depan panggung sampe 1 km ke depan jalanan udah padat banget, susah banget bergerak di dalam kerumunan orang2 yang tinggi. untungnya, organizer piala dunia ini bener2 well prepared banget, buat penonton yang ga bisa liat langsung di depan panggung, disediakan layar flat segede2 bagong dengan sound system yang perfectly fine. so jadilah kita harus cukup puas ngeliat penampilan tim jerman dari layar gede, padahal sih, hati ini pengen banget ngeliat n foto2 langsung…. huahuahuaa….:((sekitar 30 menit setelah para pemain, official tim, ninggalin panggung, baru kita bisa jalan dengan mudah ke depan panggung n foto2….

ya udah ini fotonya2 yah (kompilasi dari koleksi pribadi jeng avi “bertje”, dini, aku sendiri) selama kami di berlin menikmati masa2 akhir world cup 2006.

Posted by Odisseus\' Mom at 12:36:58 | Permalink | No Comments »

Hari pertama Ody sekolah

alhamdulillah, hari yang ditunggu-tunggu oleh ayah dan ibu datang juga, yup hari pertama ody sekolah. duh senengnya, ga kebayang rasanya anakku udah besar gitu karena udah masuk sekolah. hiks, tapi maaf ya sayang, ibu ga bisa nemenin hari pertama ody masuk sekolah. ibu juga lagi sekolah di sini dan masih berjuang sama design thesis yang masih harus direvisi di sana-sini. (doain ya, mudah2an hari ini udah bisa di-approve, jadi bisa bernafas lebih lega). eh ya udah, koq malah jadi ibu yang cerita sih.

hari ini 17 juli 2006, ody pas berumur 21 bulan 17 hari, udah sejak 2-3 bulan lalu ada rencana untuk masukkin ody ke sekolah playgroup gitu deh. alhamdulillah di deket rumah eyang ada playgroup “jemari” punyanya tante dony, ya udah dengan pertimbangan lokasinya yang deket banget dari rumah eyang, suasana kekeluargaan serta tempat bermain sambil belajar yang memadai dan disukai sama ody, jadilah aku dan suami sepakat buat ngedaftarin ody di tahun ajaran baru ini. bener deh, rasanya seneng banget anakku dah sekolah. gak terasa sekali waktu cepet berlalu, pastinya ody sekarang dah semakin besar, kritis, dan juga pintar yah…:) (gapapa yah, muji anak sendiri).

nah buat keperluan sekolah itu, sebulan lalu ody udah dibelikan baju dan sepatu baru oleh ayah, aku sendiri hanya dengar ceritanya sambil cuma bisa ngebayangin ody pake baju rapi lengkap dengan tas dan topinya trus berangkat ke sekolah. dan sekitar 2 minggu lalu waktu ayahnya tugas ke luar kota, pas telepon ke jakarta yang ditanyain, “gimana hari pertama sekolah ody?” oalah, ayah lupa kalo sekolah ody baru mulai hari ini. gapapa deh, kali ayah juga sama excited-nya dengan ibu tentang hari pertama ody sekolah.

dan hari ini pagi2 (waktu belanda), tiba2 aja masuk sms dari tante ratri, ngasih kabar tentang hari pertama ody sekolah. 17/07/06 13:06: hari ini ody sekolah masuk pagi. jam 8 udah berangkat rapih pake topi dan bawa tas. di sana temen-temennya ada 10 orang, ody paling muda. ody duduk di kelas sendiri sambil diawasi dari jauh, dia pintar gak nangis. ody senang di sana dan termasuk bisa bergaul sama teman-temannya. tapi pas pulang suruh salim sama orang rumah nggak mau, tapi pas berangkat mau. ody kelihatan riang dan sebut2 bu indri terus (nama ibu gurunya) dan temannya yang namanya jaclyn (gubraks… ody nih, kayaknya dari kecil udah “pintar” milih teman deh, yang diingat masa’ cuma temen perempuan doank–ibu, red). minggu ini masih kenalan, minggu depan mulai materi. sekarang ody kalo minta sesuatu, kalimatnya diakhiri kata “donk”, contoh: “minta  pisang donk”.” 

nah, begitulah liputan dari tante ratri tentang hari pertama ody sekolah. alhamdulillah seperti dugaan ibu, ody bakal menikmati saat-saat bermain dan belajar di sekolah, ternyata benar, mudah2an ini berlaku seterusnya ya sayang. ibu akan selalu berdo’a untuk ody, semoga apa yang ody pelajari dari lingkungan membawa banyak manfaat dan pelajaran buat hidup ody ke depannya. semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kebaikan buat anak soleh ibu tersayang. amin. cup sayang dari ibu yang kangen di sini.

Posted by Odisseus\' Mom at 07:29:02 | Permalink | No Comments »

Saturday, July 15, 2006

Kepercayaanmu adalah inspirasiku

  Tahun ajaran baru beberapa hari lagi akan di mulai. Sejak beberapa bulan yang lalu  para orang tua sudah sibuk kesana-kemari keluar masuk dari satu sekolah ke sekolah lain mencari informasi tentang sebuah sekolah . Ada yang sangat selektif karena dana yang terbatas namun ada juga yang sangat selektif karena ingin mendapatkan nilai lebih dari apa yang sudah mereka bayarkan kepada sekolah.  Tentunya di atas semua ini mereka para orang tua mempunyai satu harapan untuk anak mereka, yaitu sesuatu yang terbaik bagi anak-anak mereka. Karena anak adalah amanah, anak adalah perhiasan,  anak adalah permata hati, penerus keturunan, generasi pewaris negeri ini, dan entah apalagi sebutan yang akan kita sandangkan kepada anak kita. 

     Ada-ada saja pertanyaan dari para calon orang tua murid ketika mereka ingin mendapatkan informasi. Bahkan saya pun  pernah memperhatikan ada orang tua yang sampai begitu memperhatikan keadan toilet. “Bagamana Bu? Apa di sini airnya lancar?” kata salah seorang calon orang tua  murid baru. Jujur waktu itu saya sangat kaget dengan pertanyaan  calon orang tua  murid baru tersebut. Untuk menghilangkan rasa kaget saya, saya mencoba tersenyum, “Insya Allah lancar Bu.”

“Bu anak saya paling susah makan. Nanti ketika makan siang tolong diperhatikan ya Bu supaya mau makan?”

“Anak saya suka lupa Bu dengan barang-barang miliknya, nanti diingatkan ya Bu, supaya jangan ada yang tertinggal barang-barang nya? “

“Bu kalau anak saya itu pendiam banget. Dia enggak bakal ngomong kalau enggak ditanya. Tolong ya Bu di tanya-tanya , saya takut anak saya sakit perut atau pusing tapi dia diam aja.. Bu….” Dan masih banyak lagi. Mengapa begitu banyak pertanyaan dan pesan yang dilontarkan oleh para orangtua?  Apa yang  terjadi?

     Kita orang tua memang sangat sayang dan cinta pada anak-anak kita. Kita tak ingin sesuatu hal buruk yang terjadi pada mereka.  Apalagi jika itu adalah pengalaman pertama kita menyekolahkan anak atau pengalaman  pertama anak kita masuk sekolah. Jujur sebenarnya apa yang kita khawatirkan? Keselamatan? Kenyamanan? Atau ketidakpercayaan kita terhadap kemampuan anak?

     Dalam proses terjadinya pembentukan janin dalam rahim ibu adalah terdapat berjuta-juta sel sperma berusaha berjuang untuk bisa masuk dan tetap bertahan sehingga menjadi apa yang disebut dengan segumpal darah yang dalam prosesnya menjadi janin begitu seterusnya sampai akhirnya lahir menjadi seorang anak bayi. Dan hanyalah sperma yang kuat dan tangguh yang akan menjadi pemenang. Karenanya anak yang lahir adalah hasil dari sebuah perjuangan sehingga menghasilkan kemenangan. Dari sini kita bisa melihat bahwa jauh sebelum terlahir,  anak kita telah memiliki sifat pejuang dan pemenang.

Bahkan dalam suatu hadist dikatakan, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (perasaan percaya) kepada Allah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut beragama Yahudi, Nasrani ataupun Majusi…” ( HR. Bukhari).

     Anak-anak kita bukan hanya sudah memiliki karakter pejuang dan pemenang namun di dalam dirinya sudah bersemayam fitrah nan suci.  Bayangkanlah  segelas air di dalam gelasnya yang bening. Apakah warna yang dihasilkan? Apakah kita percaya bahwa air yang bening itu bisa berubah warna? Sekarang coba kita pindahkan air tersebut ke dalam sebuah gelas berwarna biru? Apakah warna yang tampak dari luar? Air tersebut seolah berubah warna mengikuti warna wadah yang ditempatkannya. Begitulah anak-anak kita. Dia tetap memiliki fitrah nan suci namun dia mengikut pada apa yang menempatkannya. 

     Kitalah para orang tua yang sesungguhnya merupakan guru utama bagi anak-anak kita. Kita orangtua yang menanamkan sesuatu yang berarti bagi anak kita.  Adapun hal-hal yang lain adalah guru pembantu bagi anak-anak kita. Dengan bekal yang dimilikinya kitalah yang dapat membimbingnya untuk melejitkan kemampuan anak-anak kita.  Kitalah yang berada di sisinya ketika pada masa-masa usia keemasannya. Ketika ia  belum mengenal apa-apa hingga menjadi seperti sekarang ini. Dukungan dan kepercayaan kita adalah inspirasinya untuk tetap berjuang. 

     Masih ingatkah kita ketika  ia untuk pertama kalinya belajar berjalan?  Betapa percaya dan yakinnya kita bahwa anak kita bisa berjalan hingga akhirnya hari ini, kita saksikan kaki-kaki  kecilnya hilir mudik mengelilingi rumah bahkan tak pernah terasa letih dan bosan mengitari taman-taman dekat rumah. Masih ingatkah kita ketika untuk pertama kalinya ia mengeluarkan kata pertamanya? Kita dengan yakin dan percaya bahwa anak kita tak kenal putus asa terus berjuang hingga akhirnya hari ini, kita bisa rasakan betapa sepinya surga dunia kita tanpa celotehnya. Dan masih banyak lagi usaha yang telah di lakukan anak-anak kita dalam kehidupannya. 

      Lalu mengapa  ketika ia sudah pandai berlari, melompat, berkata-kata bahkan tak jarang kedua tangannya juga melukiskan suatu garis-garis yang indah kita menjadi ragu akan semangatnya, daya juangnya dan sifat pemenangnya? Apakah kita telah memberi bekal yang baik baginya atau kita memberi ketidakpercayaan padanya?

     Bayangkan saat ini anda berada di sebuah hutan belantara. Ucapkanlah  sebuah kata. Apa yang terjadi?  Ketika anda berkata sakit, maka kata sakit akan kembali memantul. Begitu sebaliknya, ketika anda  mengucapkan kata hebat maka kata hebat akan kembali memantul.  Begitulah gema yang terjadi. Begitu pula pada anak-anak kita. Ketika kita menganggapnya lemah maka sifat lemah yang akan memantul pada anak kita. Karena sikap dan pikiran kita terus dibimbing dan diingatkan akan kelemahan anak kita, sehingga yang terlahir dari itu adalah ketidakpercayaan, kekhawatiran dan mungkin keputus asaan. Apakah kita sebagai orang tua percaya dan yakin bahwa kita dapat membimbing anak-anak kita dan menjadi guru utama yang baik bagi anak-anak kita? Apakah kita sebagai orang tua sanggup menjadi guru utama yang baik bagi anak-anak kita? Apakah kita telah memberi bekal yang baik pada  anak-anak kita? Adakah keteladanan telah kita pahatkan  dalam pengalaman hidup anak-anak kita? Jawaban kita  tentu adalah yang terbaik bagi anak-anak kita.

Taken from mailing list Salamaa; Sat, July 15 2006 (special thanks to: Leli Marlini)

Posted by Odisseus\' Mom at 11:44:55 | Permalink | No Comments »

Thursday, July 13, 2006

For those who love to learn

Amirul Mukminin  berkata:
“Wahai penuntut (pencari ilmu) sesungguhnya ilmu
pengetahuan itu mempunyai keutamaan-keutamaan yang banyak:
sehingga kepalanya akan menunjukkan tawadhu
matanya terlepas dari perasaan dengki
ia menjaga perkataannya
hatinya mempunyai niat yang baik
akalnya dapat mengenali perkara dan urusan
tangannya senantiasa bersifat pemurah
kakinya senantiasa menziarahi para alim ulama(orang sholih)
dadanya senantiasa berpikir
tentang keselamatan hidupnya wara’
keteguhan pribadinya senantiasa memohon kepada Allah
kepemimpinannya baik dan setia
senjatanya adalah kerelaan
alas kakinya senantiasa bergerak
kekuatannya adalah perilaku ulama
hartanya adalah menjauhi dosa
bekalnya adalah perkara yang ma’ruf
air mukanya jernih
pernyataanya adalah petunjuk
persahabatannya adalah kasih sayang.”
(Al-Kafi Vol. 4, hlm. 48).
 
A reminder from Mba Jiah.
Would the learning process I’ve been through make me a person like this? Please God help me with Your merci and guidance.
Posted by Odisseus\' Mom at 11:12:43 | Permalink | No Comments »

Saman video and Berlin photo

our Saman dance which was performed on mid of June at the ISS International Day was being uploaded to youtube.com by one of our colleague. carlos made the record and rui uploaded it. so guys, please enjoy the video here. fyi, i was standing as the first on the yellow line ;-) 

now about berlin, there is nothing much i can say except that i’m very dissapointed that france was defeated by italy in the final match. nevertheless, zizou will always be my hero, as he will always be one for france. btw, a “paparazi” in berlin seemed happen to take our picture in fan fest berlin at brandenburger gate during the final match and uploaded it to flickr world cup. we don’t know who did that, since we didn’t even realize that somebody took our pic, but we simply take that as a compliment from a football fan in berlin.

i myself still don’t have the chance to upload the photos and share the story in berlin, almost all of us who went for berlin for the final last week still have essay and presentation deadline coming in couple of days. we read the readings and wrote the essay on the train during our trip. some of us barely had sleep during that times, and stayed awake until  morning. i think that’s the way we do it and thank God anyhow we just fit and manage it quite well. well, i think that’s the beauty of the thing :-).

Posted by Odisseus\' Mom at 10:16:46 | Permalink | No Comments »

Friday, July 7, 2006

Going for the final

though i’am in the middle of some deadlines, i think it would be fair and worth enough for me to spare a few times i have (just two days) to go to berlin for the world cup final. yes, when will i have the chance again to see the world cup final if it is not now? the next world cup (2010) will be held in south africa, and i could barely imagine where would i be at the time. now is the best and right time for me i think.
 
as consequence, i have to try to work and finish all the stuffs i have on time. two days ago i almost cancelled my plan, it was very early in the morning when i was still stuck with my data and feel a bit desperate about it, i texted one friend to sell her my ticket for berlin. she said she’d give it a thought. stuck with my assignment, i decided to go to bed at 5.30 am.
 
i woke up at 10.19 am, looked at my cellphone, a message was there from my husband. i replied and told him that i cancel my plan to berlin. my husband suggested me to gave it a second thought, for him it would be a nice experience for me to go there especially when i could share it on my blog later. then, an idea came into my mind to ask for an extention. i sent my lecturer an e-mail for this, luckily without any objection he just gave me the extention for my paper. thank god! but still, i think it would be better to do and finish it before july 8 before i am going to berlin in the morning.
 
back to the world cup thing, though my favorite team had been defeated by italy with such a tragic lose in the seminfinal match, i think it would still worth it to go to berlin for the second time (i’ve been there for the first time with my husband on february). yes, now is the time for the world cup 2006 final! i decide to support france this time. so berlin, here i come!
 
but before that, let’s go back to the reality: i have to go back to my time-series thing and try to finish it tonight, wish me luck!
Posted by Odisseus\' Mom at 17:05:51 | Permalink | No Comments »