Wednesday, August 30, 2006

Mellow my mind

Dear mijn Passsompe, in the middle of my rush time sometimes without I can avoid I just feel a glimpse of mellowness. Many things cause this feeling I believe. As consequence, I’d become wanting to listen to a mellow song. Do you still remember that we give a term of ”dangdut” to portray our feeling of mellowness, hehehe…Tongue out. And it doesn’t matter now if you called me “dangdut” just because I feel it now, I just don’t mind. Actually all what I want to say is since my mind is being mellow right now, and I want to listen to a mellow song, I just want to share it with youWink

Maybe it’s intuition
Somethings you just don’t question
Like in your eyes, I see my future in an instant
And there it goes, I think I’ve found my best friend

I know that it might sound
More than a little crazy
But I believe…

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

There’s just no rhyme or reason
Only a sense of completion
And in your eyes, I see the missing pieces
I’m searching for, I think I’ve found my way home

A thousand angels dance around you
I am complete now that I have found you

Posted by Odisseus\' Mom at 14:11:56 | Permalink | No Comments »

Ody si jago ngeles

Betul lho, Ody ini meskipun usianya belum 2 tahun (he will turn to 2 years next October), tapi dia udah pintar sekali ngobrol, menanggapi obrolan orang dewasa, dan yang terakhir: ngeles…. Duh, ini nurun dari siapa ya? Perasaan Ibu sih, Ibu dan Ayah kan sama2 kalem tuh, hihihihi….Laughing

Tentang nangis dan cengeng

Mungkin hampir semua udah pada tahu kalo anak kecil  mau tidur ada tiga kemungkinan: dia langsung tidur pulas, atau main2 dulu pecicilan sampe cape sendiri, atau dia agak rewel dan rusuh dulu. Begitu juga dengan Ody, kadang kambuh rewelnya kalo mau tidur, bahkan kadang nangis dulu. Makanya dia dibilangin sama Eyang Akungnya.

“Ody kalo mau bobo’ nggak boleh nangis dulu ya”

Dan Ody pun ngejawab, “Udah nggak lagi koq..”

Padahal baru aja malam sebelumnya dia mau tidur pake acara nangis dulu. Bisa aja sih, ngelesnya…Smile

Atau paginya suka ditanya Tante Ratri, “Siapa yang semalam nangis dulu sebelum tidur?”

Ody dengan ekspresi cuek khasnya, “Mbak Iya’….”

 Tentang sayang sama Ayah

Ayah, “Ody sayang Ayah ga?”

Ody, “Sayang Mba Iya’ aja….”

Ayah, “Yah Ody…. Frown

Ody, “Ayah… gedok (gendong, red)…”

Ayah, “Tadi bilang ga sayang sama Ayah, sayangnya sama Mba Iya’, bilang sayang Ayah dulu kalo gitu….”

Ody, “Iya, sayang sama Ayah….”

Bisa aja, si Ody… bilang sayang dulu sama Ayah baru digendong sama Ayah.

Gak lama kemudian, Ody minta kunci mobil Ayah, biasalah buat dimainin.

Ody, “Ayah… unci… unci…” sambil ngegeratak saku celana dan kemeja Ayah nyariin kunci mobil.

Ayah, “Bilang sayang Ayah dulu…”

Ody, “Kan udah tadi….”

Hihihihi…. pusing deh Ayah sama Ody yang jago ngeles gini….Smile

Tentang roti dan Tante Opi

Tante Opi ini adik sepupu Ibu, sebetulnya tinggal di Cirebon sama Eyang Sabar, tapi karena kuliah di Jakarta makanya sering main ke rumah Eyang. Ody nih selain paling gemes sama Ayah, gemes kedua sama Tante Opi, kalo lagi gemes dan isengnya kumat, Tante Opi pasti diuyel2, dipukul2, atau kadang ditendang2…. Kasian deh Tante Opi. Biasanya Tante Opi kalo main ke rumah suka bawa buah melon.

Tante Opi, “Biarin deh kalo Ody nakal sama Tante Opi, ntar kalo Tante Opi bawa melon lagi Ody ga dikasih ya….”

Ody masih diam….

Tante Opy ngelanjutin, “Ntar Eyang Uti, Eyang Akung, Tante Ade, Mbak Iya’, Om Igo, dan Om Agus semuanya Tante Opi kasih, tapi Ody nggak….”

Ody jawab dengan santai, “Ntar minta ama Eyang Uti aja….Tongue out

Gubraks ga seh…. sama Ody ini.

Tentang di sekolah dan teman2 

Ibu seneng denger kabar2 dari Ody setiap kali Ibu telpon ke rumah. Kabarnya selalu mengejutkan dan bikin Ibu ketawa2, kangen, gembira, dan campur aduk deh…. Ada satu yang bikin Ibu agak khawatir, kalau di sekolah Ody begitu juga ga ya ke teman2nya or Ibu Gurunya? Untuk itu Ibu minta laporannya dari Eyang Uti. Fyi, Ody ini yang paling muda usianya di sekolahnya.

Ibu, “Gimana Bu, Ody kalo di sekolah rukun ga sama teman2nya?”

Eyang Uti, “Oh nggak, Ody kalo di sekolah malah kalem, nggak pernah berantem sama temennya. Paling kalo barangnya ada yang dipegang2 ato dimainin sama temannya dia cuma bilang, “Punya Didio…”"

Sejak Ody bisa bicara, dia selalu menyebut dirinya sendiri dengan Didio, bukannya Ody.

Ibu, “Oya? Alhamdulillah deh kalo dia rukun sama teman2nya”

Eyang Uti, “Iya, malah kayaknya dia disayang sama teman2nya yang perempuan. Si Jacklyn sama Memey kalo di rumah ditanya Mama mereka, “Temennya di sekolah siapa?” Mereka jawabnya, “Dedek Ody….”"

Ibu, “Oya? (Dalem hati, duh Ody, masih kecil dah pinter tepe-tepe sama cewek2 di sekolah…Tongue out) Ody, ini emang deh…Laughing

Posted by Odisseus\' Mom at 10:54:06 | Permalink | No Comments »

Sunday, August 27, 2006

Lullaby

Assalaamu’alaikum Ody Sayang…

Apa kabar Nak? Semalam bobo’nya nyenyak ga? Mudah2an begitu ya. Soalnya Ibu bener2 khawatir ketika Ody sakit batuk dan demam trus nggak bisa bobo’ sampe ngigau terus. Alhamdulillah batuk dan demamnya udah sembuh sekarang, dah bisa tidur nyenyak lagi. Hati Ibu jadi lebih tenang sekarang. 

Ini ada lagu “The Lion Sleeps Tonight” buat pengantar Ody tidur. Ibu terpikir kalo Ody nari gaya “animal dance” kayak di video di atas pasti lucu banget. Ngebayanginnya aja Ibu jadi tertawa sendirian. Ah, Ibu jadi tambah kangen sama anak soleh Ibu di rumah. Jangan lupa baca doa sebelum tidur ya Sayang. Ibu di sini juga selalu berdoa untuk Ody.

Hari ini hari Senin, Ody masuk sekolah lagi ya seperti biasa, insyaAllah semoga apa yang Ody dapati di sekolah bermanfaat untuk hidup Ody di depan. Oya, kemarin Ibu dikasih CD film Totoro dari Tante Dina, katanya buat Ody. Nanti filmnya kita tonton sama2 ya Sayang saat Ibu pulang. 

Peluk cium rindu untuk buah hati Ibu.

Wassalaamu’alaikum wr wb

Posted by Odisseus\' Mom at 22:04:18 | Permalink | No Comments »

Wednesday, August 23, 2006

I turn to you

I turn to you 

When I’m lost in the rain
In your eyes I know I’ll find the light
to light my way
When I’m scared losing ground
When my world is going crazy
you can turn it all around

And when I’m down you’re there
pushing me to the top
You’re always there giving me all you got

For a shell
from the storm
For a friend
For the love to keep me save and warm
I turn to you
For the strength to be strong
For the will to carry on
For everything you do
For everything that’s true
I turn to you

When I lose the will to win
I just reach for you and I can reach the sky again
I can do anything
Cause your love is so amazing
Cause your love inspires me

And when I need a friend
You’re always on my side

Giving anything
and taking me through the night

For a shell
from the storm
For a friend
For the love to keep me safe and warm
I turn to you
For the strength to be strong
For the will to carry on
For everything you do
I turn to you

For the arm to be my shelter through the rain
For the truth that will never change
For someone to lead on
For a heart I can rely on through anything
For the world to
I can run to
I turn to you

For a shell
from the storm
For a friend
For the love to keep me save and warm
I turn to you
For the strength to be strong
For the will to carry on
For everything you do
For everything that’s true
For everything you do
For everything that’s true
I turn
to you
I turn to you…….

To my beloved ones in Jakarta: Ibu-Bapak, Adek-Kakak, Ody-Maddar

Posted by Odisseus\' Mom at 00:12:00 | Permalink | No Comments »

Monday, August 21, 2006

Just a test…

It must be almost dawn in Jakarta now. My husband has a temporary insomnia tonight. I promised him to continue our chat at 6 pm CET (Central European Time) or about 11 pm in Jakarta. But I could not keep my promise since I had to cook for diner (I was starving for not having my breakfast and lunch as well). Now it’s already 9.53 CET it was about 30 mintues ago when I started again to chat with my husband. This afternoon he asked my to teach him how to make an excerpt like one he read from Mankiw’s blog. To be frank, this is also my first time to make an excerpt.

This posting is just a test of how to make an excerpt. Let’s see what we can do to create a posting with an excerpt like the one my husband wants. For example, I want to quote a news which I copy from Eramuslim, a short story from Febty Febriani, the title is “Cinta dan Terima Kasih”:

Buku bersampul biru lux itu cukup menarik perhatian saya ketika saya singgah ke suatu gerai buku, sehabis menunaikan shalat Dzuhur, di sebuah daerah di Bandung. Tidak sengaja awalnya. Hari Sabtu adalah hari libur kantor. Dan hari itu, saya diminta oleh seorang sahabat saya untuk menemaninya pada suatu acara di daerah tersebut. Ternyata, acaranya berlanjut hingga selesai waktu Dzuhur. Jadilah, saya menunaikan sholat Dzuhur di masjid yang terdapat di daerah tersebut. Kebetulan, ada sebuah toko buku di dekat masjid tersebut.

Buku dengan cover warna biru yang menentramkan itu saya ambil. Lalu saya buka. Saya baca sekilas. Lembar demi lembar saya buka. Perhatian saya lebih tertuju pada gambar-gambar yang dicetak dengan cetakan kualitas tinggi sehingga membuat mata saya tidak bosan untuk mengamati satu demi satu gambar-gambar tersebut. Mata saya tertegun. Hati saya terdiam. Dua gambar yang ada di hadapan sayalah yang menjadi penyebabnya. Gambar itu begitu indah. Menawan. Konfigurasi gambar kristal putih yang tercetak pada lembaran halaman buku tersebut menyajikan suatu bentuk yang eksotis. Mau tahukah teman, gambar apa itu? Kedua gambar itu adalah gambar kristal air yang dari ucapan CINTA dan TERIMA KASIH. Yah, buku yang ada di hadapan saya adalah buku The True Power of Water, terbitan sebuah penerbit di kota Bandung. Buku itu bercerita tentang hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti dari negara Jepang, tentang bagaimana bentukan suatu kristal air hasil perlakuan manusia. Dari seluruh gambar yang ada, saya bisa menyimpulkan, gambar kristal air yang ditempel dengan ucapan CINTA dan TERIMA KASIH pada wadahnya adalah gambar paling bagus dari. Sungguh, saya terpana.

Oke, two paragraphs I think enough. If you want you can read the rest of the story here. Now, let’s see what appeareance will be on my blog.

My passompe, please take some sleep now. Luv and miss you always.  

Posted by Odisseus\' Mom at 20:33:54 | Permalink | No Comments »

Wednesday, August 16, 2006

Start it now…

It’s been almost 4 weeks since the study break has coming. Actually though it is a study break or recess, we are here quite busy reading, writing, and preparing our research paper. Some of us are leaving to collect the data, do the survey needed for their paper, visit their family and relief some yearning, and some (including me) are staying here, try to manage themselves to be able to concentrate with the paper, data, and so many mixed feelings.

Being stay here, which it was made based on my consideration to be able to focus and use my time efficiently on my research, really requires my own commitment in working seriously on the paper. I meet my supervisor regularly once a week, talk about the kind of model and data I may use. But surprisingly, I’m still not be able to write anything yet since my research design at late July. I just don’t know why, I still feel like I have to read and understand first all those things before I can start to write something for my paper. Yes, I can’t deny that sometimes I just feel like disoriented, stressed, and puzzled by those things, and thus start to feel like I don’t know where to go next, what to start first, and eventually don’t want to do anything have connection with my theses. When these feelings comes I just prefer to do another things such as swimming at weekend, going for a movie at the cinema, shopping at open market, cooking, etc.

Sometimes no matter how hard I try to escape for a while from my work, I just can’t forget about it. The image of working on my theses keep flying around in my mind, makes me hard to have proper sleep. Sometimes I feel, even two weeks has already felt like eternity when we are stuck with something. Still, on those desperate and hard times, I feel like “the lights” keep shining on me, which makes me preserve my motivation to at least read the journals and books (though only for few pages).

Today, after two weeks of writing nothing and giving myself a peace and time to think properly without rush for my research, I had a feeling like “I have to start writing now”. Thank God, today I could finish my Chapter 1 and now I’m working on my Chapter 2. Though some of us perhaps have already been working on their Chapter 3, I feel like, “Oke, so what?” I have set my own pace and I am going to work for it as my schedule.  I have started to work on my data couple of weeks ago, it’s still undone yet but at least I already have something in my mind to figure it out, to make it work for my research paper. Luckily, the supervisor here is very welcome, almost everytime. Anytime, I feel like stuck and have a bunch of questions in my head, I just feel relief that I can always discuss it with my supervisor. Not to mention that my husband has always been there for me to support and give me strength everytime I feel desperate. The thought of coming home to my dearest sweethearts has also pumped me some energy to be tough and patient in coping with these times.

Now, I have set one week to work for my Chapter 2, I do hope and pray to Allah SWT for me having a strength, will, and quite an endurance in dealing with my theses. Ya Allah, please keep “the lights” shining on me, because I am going to start it now….

Posted by Odisseus\' Mom at 01:14:56 | Permalink | Comments (2)

Sunday, August 13, 2006

Ayah lagi sedih (dan Ibu juga ikut sedih…:()

Ayah lagi sedih, dan ngadu sama Ibu, Ayah minta Ibu bikin ceritanya di blog. Tapi karena 2 hari ini Ibu ga nyalain kompi karena males banget kalo ngeliat kompi koq yang terbayang2 research paper alias thesis plus data2nya yang masih kudu dirapihin dan dibikin model yang bikin pusing, jadilah baru sekarang Ibu posting ceritanya. Maaf ya Ayah, Ibu baru sempat nulis sekarang (btw, cerita Shreknya dah dibaca n dikomentarin lho..:P)

3 hari yang lalu di telepon diceritain bahwa Ody galak sekali sama Ayahnya, duh ga tau kenapa ya Ody ini sejak kecil bawaanya suka sekali ngisengin Ayahnya, mulai dari mencet2 hidung Ayahnya yang emang rada gede (hihihi…;)), nusuk2 perut Ayahnya yang emang (bukan rada lagi tapi) gendut, tampar2 pipi Ayahnya yang emang rada tembam, tusuk2 tangan Ayahnya pura2nya jadi dokter lagi nyuntik pasiennya, dll.

Kebiasaan itu sebetulnya dah ada sejak Ody masih agak kecil, dulu pun bukan cuma Ayahnya yang jadi sasaran kegemasan Ody, tapi Eyang, Tante, Mba’nya pun sering jadi sasaran Ody. Sampai2 Ibu dan Ayah sempat khawatir jangan2 kegalakan dan kegemasan Ody sama orang lain sampai pukul2 itu terbawa kalo Ody masuk sekolah. Tapi alhamdulillah ternyata bahkan sejak sebelum masuk sekolah pun kebiasaan suka mukul dan getok orang pake barang2 yang ada di dekatnya berkurang bahkan mulai menghilang.

Herannya, kebiasaan itu nggak hilang sama Ayahnya, duh malah kayaknya Ody semakin galak aja deh sama Ayah. Kadang kalo Ayah minta di-sun pipinya sama Ody, entah kenapa Ody dengan gemesnya malah “gaplok” pipi Ayahnya, duh kasiannya Ayah. Trus kalo ditanya, “Ody sayang Ayah gak?” Ody jawabnya, “Gak..” Tapi pertanyaan ini juga berlaku buat Ibu lho, kalo ditanya, “Ody sayang Ibu gak?” Eh dia juga jawab, “Gak…” Jebbb hati ini kayak dituncep deh…. duh Ody ga sayang sama Ayah dan Ibu huuahuaahuaa…:(( Trus dia malah bilang begini, “Sayangnya sama Eyang aja….” 

Kalo kayak gini sih kayaknya bukan cuma Ayah deh yang sedih, Ibu juga ikut sedih. Ibu ngerti kenapa mungkin Ody gak sayang sama Ibu, sebab mungkin sosok Ibu nggak hadir di sisi Ody di saat dia udah mulai memahami satu-persatu keberadaan orang2 yang intens berada di dekatnya. Jadi mungkin sosok Ibu yang ada di sini masih agak abstrak kali ya buat Ody, manalah bisa Ody bilang sayang sama Ibu, kalo Ibu aja jauh, suaranya cuma bisa didengar lewat telepon, fotonya cuma bisa diliat gambar. Buat Ody arti kata “sayang” itu bener2 harus dibuktikan dengan keberadaan yang intens di sampingnya dan memberinya perhatian penuh. Tapi Ibu janji, insyaAllah nanti begitu Ibu pulang, Ibu akan tebus semua waktu yang hilang bersama Ody, Ibu akan buat Ody jadi bisa bilang, “Ody sayang Ibu….” Ibu janji Sayang….

Balik lagi ke cerita Ayah yang sedih karena jadi “korban” KDRT oleh Ody karena sampai sekarang dia masih galak sama Ayahnya. Kata Ayah via sms, “Aku sedih, Ody galak sama aku. Semua benda yang dia pegang dipukulin ke aku :(“. Padahal Ody sudah dibilangin bahwa ga boleh galak sama Ayah, harus sayang sama Ayah. Trus Ibu bilang ke Ayah supaya sabar, dan Ibu tambahin supaya Ayah lebih sering menghabiskan waktu sama Ody, ajak Ody main, berenang, dan jalan2. Ibu yakin insyaAllah ketika Ayah bisa meluangkan waktu lebih banyak sama Ody, rasa sayang dan kebiasaan Ody suka pukul2 Ayahnya sedikit demi sedikit akan hilang.  Hati anak kecil juga sama dengan hati manusia dewasa, ketika ia diberi perhatian yang tulus (dan aku yakin bahwa anak kecil sangat peka akan hal ini) dan kita tunjukan dengan tulus kasih sayang kita, ia juga akan mengerti dan kembali menyayangi kita. Benar sekali, saat ini jadi saatnya memberi terlebih dahulu baru kemudian kita akan menuai hasilnya. Amin.

Buat 2 buah hati Ibu di rumah: Ody dan Ayahnya. Semoga Allah SWT mencurahkan kasih sayang-Nya yang tak bertepi untuk keluarga kita, mencukupkan kita dengan rezeki yang ada, serta menjadikan berkah apa2 yang saat ini kita usahakan. Amin ya Robbal ‘alamin.

Sms terakhir dari Ayah, “Ody lagi main kuda2an sama Ayah.” :)

Posted by Odisseus\' Mom at 10:01:03 | Permalink | No Comments »

Thursday, August 10, 2006

Dulu dan sekarang

Dulu, masih kecil, baru berusia sekitar 4 bulan. Kalo difoto mukanya celingukan ke mana-mana, belum bisa fokus contohnya ya foto yang satu ini. Sekarang, wuih… dah bisa macam-macam, kalau Ody bangun pasti rumah jadi ramai sama celotehnya. Semua diabsen setiap kali bangun tidur pagi, “Eyat… Eyat Akuk… Ati… Mba’ Iya…. Om Adus… Om Igo…” Untuk memastikan bahwa dia nggak sendiri di rumah, bahwa ada orang2 lainnya di sekitarnya. Bikin suasana pagi jadi lebih hidup. Biarpun masih agak cadel dalam mengucapkan nama2, tapi Ody udah hapal nama seluruh anggota keluarga yang ada di rumah, dari Eyang, Eyang Akung, Tante Ratri, Mba Ria, Om Agus, dan Om Yugo. Pagi2 bangun tidur minum susu dulu, trus mandi dan siap2 sekolah kalo hari Senin, Rabu, dan Jum’at.

Oya, minggu lalu Ibu dengar ada kejadian rame di pagi hari sebelum Ody berangkat ke sekolah. Pagi2 Eyang beli kue2 untuk bekal Ody di sekolah, kali ini bekalnya kue lapis, nah Eyang kan beli sekardus kecil, maksudnya buat dibagi2 semua yang ada di rumah, termasuk Ody. Entah kenapa mood Ody lagi agak nafsu ngeliat kue sebanyak itu dan mintalah dia semua kue itu buat bekal. Ada2 aja si Ody ini, bawa bekal kan secukupnya aja, jadi nggak dikasih bawa kue sekardus ke sekolah, eh, Odynya ngambek dan nangis. Huhuhu, Ibu jadi ikut sedih tapi juga ngerti bahwa bawa bekal terlalu banyak juga ga baik. Sama Eyang akhirnya Ody digendong dibawa ke sekolah masih sesenggukan nangis, tapi eh ternyata di tengah jalan akhirnya diam juga. Mungkin Ody ngerti bahwa tindakannya itu kurang baik lagipula mau ke sekolah masa’ nangis, kan seharusnya senang. 

Sekarang, lagi suka2nya mainan hp. Ceritanya kirim sms buat Ibu. Oya, omong2 ttg sms barusan Tante Ratri kirim sms buat Ibu, biasalah ngabarin ttg Ody. Sekarang kan udah menjelang 17 Agustus, artinya Hari Kemerdekaan Indonesia, Ody suka memperhatikan orang2 yang pasang bendera di depan rumah, lalu berkatalah dia ke Eyangnya, “Eyat Akuk ama Eyat Uti pasang juga…” Trus ditambahi pula, “Kakak Iping pasang juga, Nenek Tomo pasang juga, Kakak Nabil pasang juga.” Hihihi dah ngerti dia rupanya bahwa 17 Agustus ini ultah kemerdekaan Indonesia yang ke-61 (mungkin hasil dari sekolah kali ;)), Eyangnya disuruh pasang bendera merah putih karena para tetangga juga pasang bendera.

 Tante Ratri, “Ody 17an mau ikut lomba apa? Lomba nyanyi, lomba gambar, atau balap karung?”

Ody dengan muka serius, “Balap karung….”

Posted by Odisseus\' Mom at 17:25:50 | Permalink | No Comments »

Almost a year ago…

The pictures were taken almost a year ago August 31, 2005 at the Sukarno-Hatta Int’l airport. That day was my departure day, yes I was about to leave my baby dear Odisseus, he was just going to be 11-months old on the next day. It means it’s been almost one year I haven’t seen and been around that special part of me. Only God knows how I feel inside everyday, yes, I try to live a normal live here though it’s never been easy being apart from the one that I love. Yet, there is always a good side and bless as well in every hardship and tough moment. My dear Ody grows well, proper, and smart every single day. He grows as a cheerful, active, and smart boy, he seems miss nothing, though his mom lives far away from him for a temporary time. I am sure that he will always has all the love, affection, and guidance he needs for his development from the elder around him.  

The two of us were hanging and laughing together, though it was one hard time for us. I am happy and grateful to ALLAH that we can deal that moment quite well. I think just trying to think and being a positive person can be really helpful in dealing with such condition, and a little prayer will complete all the efforts we have made. Alhamdulillah, it’s only about 4 more months for our family re-unification. I could only thank my mom, dad, brothers, and sister at home for they have been willing to take care of Ody, and be thankful to ALLAH SWT for giving me all that I have right now.  Ya Allah, please guide our family into Your light and give us Your mercy. 

Posted by Odisseus\' Mom at 16:04:28 | Permalink | No Comments »

Sifat-sifat pendidik sukses

Memang tidak ada manusia sempurna selain Rasulullah saw. Namun orang tua harus berusaha memiliki sifat-sifat terpuji agar bisa dijadikan teladan bagi anak-anaknya. Semakin baik sifat-sifat orang sebagai pendidik, semakin dekat tingkat keberhasilannya dalam mendidik anak. Berikut ini adalah sifat-sifat:  

a)      Penyabar dan tidak pemarah Dua sifat ini, yakni penyabar dan tidak pemarah, menurut Rasulullah SAW adalah yang dicintai oleh Allah SWT [ h.r. Muslim dari Ibnu Abbas ]. Berkenaan dengan sifat ini ada sebuah kejadian menarik yang diceritakan oleh Abdullah ibnu Thahir. “Pada suatu hari,” Kata Abdullah bercerita, “Saya bersama Al-Makmun [seorang khalifah Bani Abbasiyah], lalu memanggil pelayannya, Ghulama! Tidak dijawab, Ghulama! Kedua kalinya pun tidak dijawab, lalu dipanggil yang ketiga kalinya barulah seorang pelayan lelaki muda keluar sambil berkata, Apakah seorang pelayan tidak berhak makan dan minum? Bukankah saya baru saja melayani anda, kenapa dipanggil-panggil lagi?” Mendengar bicara pelayannya itu Al-Makmun lama tertunduk. Saya curiga jangan-jangan Al-Makmun akan menyuruh saya untuk memenggal leher pelayannya itu. Kemudian ia mengangkat kepalanya dan memandang saya, “Wahai Abdullah,” ujarnya, “Jika ada majikan yang baik, justru pelayannya yang buruk. Tapi saya tidak mau berperilaku buruk untuk memperbaiki perilaku pembantu saya.”

b)      Lemah-lembut dan menghindari kekerasan   Rasulullah bersabda, “Allah itu Maha Lemah-lembut, cinta kelamah-lembutan. Diberikan kepada kelembutan apa yang tidak diberikan kepada kekerasan dan kepada selainnya.”[h.r. Muslim dari Aisyah ]   Sabda yang lain, “Tidaklah kelemah-lembutan itu terdapat pada sesuatu melainkan akan membuatnya indah, dan ketiadaannya dari sesuatu akan menyebabkannya menjadi buruk.”[h.r. Muslim ]   Sifat demikian juga ditunjukkan oleh para salafus shalih dalam bermuamalah. Diantaranya adalah kejadian yang pernah dialami oleh budak lelaki Imam Zainal Abidin (cicit Sayidina Ali).   Pada suatu hari budak itu menuangkan air minum ke gelas minumnya Imam Zainal Abidin dari poci yang terbuat dari porselin. Tiba-tiba poci itu jatuh dan mengenai kaki sang Imam hingga berdarah. Buru-buru pelayan itu berkata, “Wahai Tuan, Allah telah berfirman, “Dan mereka itu adalah orang-orang yang bisa menahan kemarahan” mendengar itu beliau berkata, “Ya, saya tahan kemarahan saya.”   “Dan (juga) pemaaf kepada manusia,” kata budak itu membaca lanjutan firman Allah tadi. “Ya, saya pun telah memaafkan kamu”, kata Imam ZainalAbidin.   Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan”, lanjut budak itu menyempurnakan bunyi firman Allah tersebut. “Sudah, kamu saya merdekakan Karena Allah”, kata Imam Zainal Abidin.  

c) Hatinya penuh rasa kasih sayang  Sulaiman Malik Ibnu Al Huwairits pernah tinggal ( untuk nyantri ) bersama Rasulullah saw. Dengan teman-teman sebayanya selama dua puluh malam. “Kami dapati beliau sebagai seorang yang sangat penyayang dan pengasih”, cerita Al Huwairits. Setelah beliau melihat bahwa kami sudah rindu kepada keluarga, beliau bertanya tentang siapa saja orang-orang yang kami tinggalkan di rumah. Kami pun memberitahukannya. Lalu, kami diperintahkan agar pulang. Beliau menasehati, “Pulanglah kepada keluarga kalian, tinggallah bersama mereka, ajari mereka, berbuat baiklah kepada mereka, dan shalatlah kamu seperti ini di waktu demikian, shalatlah begini di saat demikian! Jika tiba waktu shalat, salah seorang harus adzan dan yang paling tua menjadi imam.”   Rasulullah SAW, bersabda, “Sesungguhnya setiap pohon itu berbuah. Buah hati adalah anak. Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak sayang kepada anaknya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersifat penyayang.” Seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, setiap kita bisa menyayangi.” Rasulullah SAW menjawab, “Kasih sayang itu bukan (terbatas) seorang menyayangi kawannya, namun kasih sayang untuk semua manusia.”[diriwayatkan Ibnu Bazzar dari Ibnu Umar]    

d) Memilih yang termudah di antara dua perkara selagi tidak berdosa  Aisyah berkata, “Tidaklah dihadapkan kepada Rasulullah antara dua pilihan melainkan akan dipilihnya perkara yang paling mudah selama hal itu tidak berdosa. Jika itu dosa maka beliaulah orang yang paling jauh meninggalkannya. Dan, beliau tidak mendendam sama sekali terhadap dirinya kecuali jika dirinya melanggar larangan Allah. Maka beliau akan menghukum dirinya sendiri karena Allah.” 

e) Fleksibel   Bukan fleksibilitas yang berarti lemah dan kendor sama sekali, melainkan sikap fleksibel dan mudah yang tetap berada dalam koridor syariah. Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kuberitahukan terhadap siapakah api neraka itu diharamkan atau siapakah yang diharamkan dari neraka?” Beliau bersabda, “Neraka itu diharamkan terhadap orang yang dekat, sedang, fleksibel dan mudah”.     

f) Tidak emosional (suka marah)   Dalam pendidikan, sifat pemarah dan emosional harus dijauhi. Sifat demikian bahkan menjadi faktor kegagalan dalam pendidikan anak, maka ketika ada orang yang meminta Nabi agar diberi pesan secara khusus, tiga kali beliau memintanya agar tidak suka marah.   Rasulullah SAW bersabda, “Orang kuat itu bukan karena kekuatannya dalam berkelahi, tetapi karena kemampuannya mengendalikan diri ketika sedang marah.” (h.r. Imam Bukhari dari Abu Hurairah)    

g) Bersikap moderat dan seimbang   Ekstrim dan berlebih-lebihan adalah sikap tercela. Jika harus marahpun ada tempatnya dan tidak sampai menyebabkan tindakan keluar dari kebenaran. Rasullullah saw, sebagaimana layaknya manusia lain, juga bisa marah. Namun, jika marah pun karena kebenaran. Kalimat yang terucap pun tidak pernah keluar dari kebenaran.   Ada seorang laki-laki mengadu kepada Nabi bahwa dirinya akan datang terlambat ketika sholat subuh lantaran si fulan jadi imam itu suka memanjangkan shalatnya. Ketika berpidato, menyinggung masalah itu, beliau marah sekali hingga tidak seperti biasanya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, Wahai sekalian manusia! Ada di antara kalian yang menyebabkan orang lari (dari Islam) maka siapa saja yang menjadi Imam, hendaklah mempersingkat sholatnya. Karena di belakang kalian ada orang tua, anak kecil dan orang yang ada keperluan.”   

h) Ada senjang waktu dalam memberi nasihat    Sering kali banyak bicara itu tidak mendapatkan hasil. Sebab itulah Imam Ibnu Hanifah berpesan kepada muridnya, “Janganlah kalian mengajarkan fiqih kalian kepada orang yang sudah tidak berminat!” Ibnu Masâ’ud ra. Hanya memberi nasihat kepada para sahabat setiap hari Kamis. Maka ada seorang yang berkata kepada beliau, “Wahai Abu Abdur Rahman, alangkah baiknya jika Anda memberi nasihat kepada kami setiap hari.” Beliau menjawab, “Saya enggan begitu karena saya tidak ingin membuat kalian merasa bosan dan saya memberi senjang waktu dalam memberi nasihat sebagaimana Rasulullah lakukan terhadap kami dulu karena khawatir kami bosan.” (Muttafaâ’alaih)  

Sumber: Kitab Manhaj Tarbiyah Nabawiyah Lith Thifli  

Posted by Odisseus\' Mom at 14:40:36 | Permalink | No Comments »