Memasuki bulan Rajab
Assalaamu’alaikum Wr. Wb
Menyingkap hati menghampiri Illahi, ziarah rohani bersama Imam Al-Ghazali.
Kita telah memasuki bulan rajab. Kata rajab diambil dari at-tarjib, artinya pengagungan. Dikatakan pula, rajab berarti tercurah, sebab pada bulan ini Allah mencurahkan rahmat-NYA kepada orang2 yg bertobat dan memancarkan cahaya pengabulan doa bagi orang2 yg beramal. Rajab juga berarti tuli, sebab pada bulan ini tidak terdengar suara peperangan. Ada pula yg berpendapat bahwa rajab adalah nama sebuah sungai di surga yg airnya lebih putih dari pada susu, rasanya lebih manis daripada madu, dan lebih dingin dari apda es. Tidak ada yg akan meminumnya kecuali mereka yg berpuasa pada bulan rajab.
Rasulullah SAW bersabda, “Rajab adalah bulan Allah; Sya’ban adalah bulanku; dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
Para ahli isyárah berkata bahwa Rajab terdiri dari tiga huruf, yaitu huruf Ra’, Jim, Dan Ba’. Huruf Ra’ adalah rahmatullah ( rahmat ALLAH SWT); huruf Jim adalah jarm al - ‘abd (dosa hamba); Dan huruf Ba’ adalah birullah (Kebaikan ALLAH SWT). Allah berfirman, “Aku menjadikan dosa hambaku berada diantara rahmat-Ku dan kebaikan-Ku. “
Abu Hurairah r. a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada hari ketujuhbelas pada bulan rajab, akan dinilai seperti orang yg berpuasa enam puluh bulan. Sebab hari itu adalah hari turunnya malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW pada malam Isra.”
Rasulullah SAW bersabda, “Bulan rajab adalah bulan Allah. Barangsiapa yg berpuasa sehari dalam bulan rajab dengan mengharapkan keridhaan Allah, ia akan mendapatkan keridhaan Allah.”
Allah menghiasi bulan-bulan- NYA dengan empat bulan yg dimuliakan, yaitu : Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab; sebagaimana firmannya :
Diantara bulan2 itu ada empat yg dimuliakan. (QS. At-taubah [9] : 36).
Dikisahkan, seorang perempuan beribadah di Baitul Maqdis. Setiap hari selama bulan Rajab ia membaca surat al-ikhlas dua belas ribu kali. Perempuan itu selalu memakai baju mantel. Pada suatu waktu, perempuan itu sakit keras. Ia berwasiat kepada anaknya, jika ia mati agar mantelnya disertakan dalam kuburnya. Namun anak itu lupa melaksanakan wasiat ibunya. Pada suatu malam, ia bermimpi melihat ibunya, ibunya berkata, “Anakku, aku tidak meridhaimu, sebab engkau tidak melaksanakan wasiatku.”
Anak itu terbangun dalam perasaan cemas. Ia bergegas menuju kuburan ibunya, lalu menggalinya kembali untuk menguburkan mantel itu. Betapa kagetnya ia karena jenazah ibunya tidak ada dalam lubang kubur. Lalu terdengarlah suara, “Apakah engkau tidak tahu bahwa barang siapa yg taat kepada kami pada bulan rajab, kami tidak akan membiarkannya sendirian dalam kuburnya.”
Jika datang sepertiga malam jum’at pertama bulan rajab bulan Rajab, para malaikat memintakan ampun bagi orang2 yg berpuasa pada bulan itu. Anas r. a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa tiga hari dalam bulan yg dimuliakan, ia mendapat pahala orang yg beribadah kepada Allah selama 900 tahun.”
Kemudian Anas menegaskan apa yg telah diucapkannya, “Kedua telingaku akan tuli jika aku tidak mendengar hal tersebut dari Rasulluah SAW.”
Bulan2 yg dimuliakan Allah ada empat. Malaikat pilihan Allah ada empat. Kitab2 Allah yg utama ada empat. Anggota Wudhu ada empat. Kalimat tasbih yg utama juga ada empat : Subhanallah, Alhamdulillah, La illaha illallah, dan Allahuakbar. Pokok hitungan ada empat, satuan puluhan, ratusan, dan ribuan. Hitungan waktu ada empat, yaitu jam, hari, bulan, dan tahun. Musim ada empat, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Cuaca ada empat, yaitu panas, dingin, basah, dan kering. Khulafa Rasyidun ada empat, yaitu Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali bin Abi tholib.
Ad-Daylami meriwayatkan hadist dari Aisyah bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah menghamparkan kebaikannya dalam empat malam : malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam Nisfu Sya’ban, dan malam pertama bulan rajab.”
Dalam hadist lain, Rasulullah SAW bersabda, “Ada lima malam yg jika berdoa pada malam itu tidak akan ditolak : malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”
Barangsiapa yg merindukan surga, ia akan melupakan keinginan rendah di dunia.
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari semuanya ini.