Aku menulis karena aku gelisah
Ya, itulah salah satu alasan utama mengapa aku melanjutkan aktivitas menulis dalam blog ini. Sempat selama kurang lebih setahun lamanya aku meninggalkan aktivitas ini. Hidup dan ritmeku kusibukkan dengan berbagai aktivitas bersama anak, mengurus rumah tangga, dan bekerja. Terlebih saat itu kami baru saja pindah menempati rumah baru. Ketidakadaan pembantu rumah tangga maupun baby sitter yang sebelumnya lebih dari 2 tahun kugunakan jasanya—di mana ketika aku pulang menuntut ilmu di negeri orang, kuputuskan tidak lagi kugunakan jasanya—membuat hari-hariku penuh dengan pelbagai kesibukan umumnya ala ibu rumah tangga.
Boleh kukatakan, masa-masa itu adalah masa “penebusan”ku setelah sekian lama berada jauh dari keluarga. Kuakui, tidak ada yang meminta “penebusan” semacam itu dariku, diriku sendirilah yang menginginkannya demi untuk dapat mereguk kembali waktu-waktuku yang terlewati sebagai seorang ibu, mendekatkan diri kembali pada buah hati kecilku yang belum pernah mengalami berulang tahun bersama Ibundanya selama dua tahun pertama kehidupannya.
Keletihan setelah berkutat dengan semua itu ditambah dengan ketidakadaaan akses internet di rumah baru kami membuatku memiliki tambahan alasan untuk tidak melanjutkan memperbarui blogku. Sempat pula terpikir suatu pikiran egois, bahwa aku sudah cukup puas bisa menikmati semuanya bersama anakku saja, mengganti hari-hari kami berdua yang terlewatkan dan menjadikannya hanya milik kami berdua tanpa perlu membaginya melalui satu kisah pada orang lain.
Namun tidak ada yang pernah dapat menjadi statis untuk selamanya, begitu juga dengan aktivitas menulis dan berkisah di blogku. Keinginan untuk menulis dan kembali aktif di dunia maya telah datang menggelitik kembali sisi hatiku. Kenangan akan masa-masa di mana aku selalu merekam aktivitas dan pertumbuhan anakku dalam blog, sibuk menerbitkan buletin komunikasi muslimah di Belanda via blog, serta menuangkan kegelisahan yang kurasa dalam jalinan kata-kata kembali menggodaku untuk menjadi dan memberi “sesuatu” di dunia maya melalui kisahku.
Ya, aku menulis kembali karena aku gelisah akan banyak hal, tentang apa yang dapat aku berikan untuk terus membimbing anak kami, tentang kapan aku akan memutuskan untuk memberi seorang adik bagi anak pertamaku, tentang harga bahan baker yang meningkat, tentang apa kebaikan yang akan aku wariskan pada anak-anakku kelak, tentang semangat untuk terus berusaha menjadi yang lebih baik, tentang masa depan kami, tentang pertanyaan apakah apakah yang aku usahakan saat ini dapat mencapai satu titik keberhasilan, tentang keinginan untuk terus mandiri, dan seribu satu tentang lainnya. Aku ingin menjadi diriku sendiri dan menerapi diriku untuk membuang banyak kegelisahan melalui jalinan kata.
Your blog is impressive,it is always in my mind after i read it.
There is no such thing as failing at blogging.
Good job! …You did it!